Mendapatkan Hidayah Di Balik Lantunan Alquran

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Lantunan ayat suci Alquran melalui pengeras suara di masjid ternyata mampu membuat hati Rahmania Andy bergetar hebat. Ia merasa saat itulah hidayah dari Allah datang padanya hingga ia pun memutuskan langsung memeluk Islam.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Perkenalkan namaku Rahmania Andy (16). Sebelum masuk Islam, aku memiliki nama Jhoselina Angelius Margareta. Saat ini aku tinggal di perumahan Deltasari, Sidoarjo sambil menjalani pendidikan di kelas 3 MTs Darul Ulum, Waru, Sidoarjo.

Aku terlahir dari orang tua yang berbeda agama. Ayah beragama Islam sedangkan ibuku Non-Muslim. Sejak kecil aku mengikuti jejak agama ibuku. Namun, kini Alhamdulillah akhirnya aku telah mendapat hidayah dari Allah untuk memeluk Islam.

Menjadi seorang muslimah sungguh merupakan kenikmatan yang begitu besar bagiku. Agama ini benar-benar membawa pencerahan yang luar biasa, sekaligus sebagai jawaban atas kebingungan dan keraguanku selama menganut agama Non-Muslim.

Aku memeluk Islam enam tahun lalu, tepatnya saat duduk di kelas IV Sekolah Dasar. Ketertarikanku pada agama Islam sebenarnya bermula ketika aku mendengarkan suara orang yang membaca kitab suci Alquran di Masjid Nurul Hidayah. Masjid tersebut lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalku.

MENETESKAN AIR MATA

Lantunan Alquran tersebut terdengar sangat merdu hingg aku merasa nyaman mendengarnya. Aku pun tergugah, lalu mendekat dan memperhatikan orang yang sedang mengaji itu. Entahlah, bacaan Alquran itu rasanya benar-benar menyentuh hati sehingga membuatku semakin penasaran dengan kitab suci Alquran.

Diam-diam, aku pun mencari Alquran. setelah lama mencari, akhirnya aku mendapatkan Alquran terjemahan. Namun, begitu hendak membuka Alquran itu, air mataku tanpa sadar telah menetes. Ada perasaan nyaman yang begitu kuat. Perlahan aku buka Alquran tersebut dan membaca beberapa terjemahannya.

Subhanallah, setelah membaca terjemahan itu, air mataku semakin deras menetes dan jiwaku kian terasa begitu tenteram. Seketika itu keinginanku untuk masuk Islam langsung memuncak. Aku lantas pulang dan menyatakan keinginan itu kepada orang tuaku.

Alhamdulillah, hatiku semakin berbunga-bunga karena ternyata keputusanku tidak ditentang ibuku. Mungkin ibu memahami bahwa keyakinan dalam beragama benar-benar tidak bisa dipaksakan dengan cara apapun. Aku pun lantas membaca dua kalimat syahadat dan sejak itu resmi menjadi muslimah sejati, mengikuti jejak ayah.

IBU MASUK ISLAM

Hari-hari selanjutnya, aku merasakan hidupku lebih tenang dan tenteram. Aku semakin yakin bahwa keputusanku masuk Islam benar-benar tepat. Aku pun bersyukur kepada Allah SWT karena ibuku kemudian juga menjadi mualaf. Aku benar-benar bahagia karena tidak ada beda agama lagi di keluargaku.

Kebahagiaan menjadi seorang muslim, membuatku semakin antusias belajar agama semaksimal mungkin. Selain belajar kepada seorang ustad di MTs Darul Ulum, aku juga masuk sekolah Islam. Aku ingin cepat menguasai ajaran-ajaran agama itu sebagaimana yang juga dipahami oleh teman-temanku yang lain.

Aku sendiri sangat bersyukur karena usahaku untuk mendalami agama itu berjalan cukup cepat dan lancar. Bahkan di sekolah, nilai agamaku selalu tertinggi di kelas hingga aku masuk peringkat tiga besar di sekolah. Hal itu membuatku menyadari bahwa ajaran agama Islam sebenarnya sangat mudah untuk didalami, sekalipun oleh orang yang baru masuk Islam sepertiku.

Aku hanya berharap, mudah-mudahan semua yang aku rasakan ini menambah keimananku kepada Allah semakin kokoh, sehingga bisa menjalani kewajiban dengan baik sesuai ajaran Islam.

Baca Juga Yang Lainnya: