Larangan Berjilbab Di Belgia Dicabut

Friday, February 9, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Kini muslimah di Belgia boleh bergembira. Pasalnya, larangan berjilbab yang diterapkan tahun 2007 yang lalu di negara itu sudah dicabut. Kini muslimah berjilbab bebas berinteraksi di tempat umum. Para pegawai negeri di Belgia pun juga bebas mengenakan jilbabnya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Akhirnya Belgia mencabut larangan pemakaian jilbab yang telah berlaku sejak tahun 2007 itu. Keputusan yang akhirnya memungkinkan pegawai negeri untuk mengenakan pakaian keagamaan, membuat komunitas muslim bernapas lega.

"Ini adalah titik balik bersejarah bagi minoritas etnis dan budaya (muslim)," Kata Naima Charkaoui direktur Forum Minoritas

Kota Ghent, kota terbesar ketiga di Belgia, telah melarang pemakaian jilbab pada tahun 2007 setelah partai sayap kanan mendominasi dewan kota.

MENYERUKAN PETISI

Larangan itu telah mencegah perempuan muslim berjilbab untuk berada di pelayanan publik dan di kantor balai kota. Sebuah larangan jilbab di tempat umum juga diperkenalkan pada tahun 2007 di kota kedua terbesar, Antwerpen, Belgia.

Tapi, larangan itu telah mendorong tuntutan dari warga muslim untuk menghapus larangan untuk memakai apa yang mereka inginkan. Lebih dari 10.000 penduduk muslim atau sekitar lima kali dari jumlah minimal yang dibutuhkan untuk menyerukan petisi, untuk meminta pencabutan larangan jilbab. Aksi warga ini diselenggarakan oleh forum kelompok minoritas.

Petisi ini disampaikan ke dewan kota dan masalah ini diperdebatkan sengit selama empat jam sampai Senin tengah malam. Setelah perdebatan panjang, 29 dari 51 anggota dewan kota memutuskan untuk membatalkan larangan mengenakan simbol-simbol agama atau politik untuk pegawai politik.

Pelarangan jilbab di Eropa dimulai oleh Prancis. Negara itu melarang pemakaian jilbab di tempat umum pada tahun 2004. Beberapa negara Eropa telah mengikuti kebijakan Prancis, di tengah perdebatan yang mencuat di negara-negara lain tentang busana muslim, khususnya jilbab.

MENINGKAT PESAT

Dicabutnya peraturan mengenai penggunaan jilbab ini agaknya memang membuat para muslimah di Belgia bernapas lega dan mungkin akan menjadi sisi dakwah tersendiri di Belgia.

Kini Islam di sana memang semakin pesat, dari minoritas menuju ke kelompok besar. Media massa Belgia memprediksikan jumlah warga muslim di negara tersebut akan meningkat pesat. Laporan media massa di Belgia menyebutkan jumlah warga muslim Belgia saat ini sampai tahun 2030 diperkirakan meningkat sampai 10%.

"Jumlah warga muslim di ibu kota Brussel saat ini mencapai 22% dari total jumlah warga. Pada tahun 2030, jumlah tersebut akan mencapai angka 30%." begitu bunyi laporan sejumlah media massa di Belgia.

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Katolik Louvain, Belgia menemukan fakta bahwa lebioh dari 250 ribu penduduk Brussels memiliki akar muslim. Jumlah ini berarti seperempat dari jumlah seluruh penduduk kota itu yang mencapai satu juta orang lebih.

Laporan sejumlah media massa itu menambahkan, "Jumlah warga muslim di Belgia lebih dari 627 ribu jiwa pada tahun 2012. Jumlah mereka akan mencapai satu juta seratus tujuh puluh ribu jiwa pada tahun 2030."

Gelombang migrasi warga muslim ke Belgia terjadi pada awal 1960-an dari Maroko dan Turki. Pada akhir 1960-an, gelombang migrasi warga muslim ke Belgia mengalir dari Aljazair. Berdasar data resmi pemerintah Belgia pada tahun 2004, umat muslim Belgia memiliki 328 masjid; 162 masjid di wilayah Flanders, 80 masjid di wilayah Wallonia, dan 77 masjid di ibu kota Brussel.

Jumlah masjid dan umat Islam di Belgia pada saat ini telah meningkat pesat. Peningkatan jumlah warga muslim diikuti oleh peningkatan jumlah restoran dan toko halal, warga muslimah berjilbab dan aktivitas dakwah keislaman lainnya.