Lancar Bersyahadat Karena Bisikan Gaib

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Sebelum berikrar masuk Islam, Sony Candra Waskito mendengar bisikan gaib. Suara itu berulang kali mengucapkan kalimat syahadat sehingga Sony dalam sekejal sudah hafal kalimat syahadat tersebut. Berikut penuturannya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Perkenalkan, namaku Sony Chandra Waskito, tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Alhamdulillah, seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya aku menemukan kebenaran di dunia ini sebagai bekal menuju akhirat. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan sangat berterima kasih kepada temanku yang telah mengantarkan aku menjadi seorang mualaf, tepatnya lebih dari sepuluh tahun yang lalu.

Benar-benar tak disangka, aku yang dulunya hidup dalam keluarga Non-Muslim, akhirnya pindah agama setelah aku menyakini bahwa ternyata agama Islam yang paling benar di dunia ini. Tentu semua itu adalah ketentuan dari Allah SWT, saya yakin tidak semua orang bisa mendapatkan petunjuk kecuali atas kehendak-Nya.

Awal aku menemukan Islam bermula setelah sekian lama bersahabat dengan beberapa orang muslim. Mereka teman yang baik, banyak membantuku dalam hal materi maupun pemikiran hingga menggugah hati dan pikiranku untuk mengikuti jejak mereka.

BERKAT SAHABAT

Petunjuk Allah SWT selalu datang kapan dan di mana saja, begitu juga yang terjadi pada diriku. Baru beberapa tahun setelah aku bekerja sama dengan seorang muslim dalam urusan pekerjaan, perasaanku mulai ada perubahan.

Lambat laun aku tertarik dengan Islam. Hal itu terjadi ketika aku tinggal di Kabupaten Lamongan. Mulanya, temanku itu tidak tahu kalau sebenarnya aku adalah seorang Non-Muslim yang belum bisa melepaskan agama nenek moyangku itu.

Aku sendiri juga tidak pernah cerita kalau aku bukan seorang muslim. Kemana-mana kami sering bersama, bahkan begitu dekatnya, aku jadi paham bahwa temanku yang muslim itu ternyata bukan orang sembarangan.

Ia punya pemahaman agama yang sangat luas serta rajin beribadah. Kadang aku juga ikut ke masjid, tapi di sana hanya lihat-lihat dan tidak ikut shalat.

Itu sebabnya, dalam kebersamaan itu, aku merasa tidak mungkin untuk merahasiakan agamaku. Dengan penuh kejujuran, aku pun mengatakan padanya bahwa aku bukanlah seorang muslim. Temanku itu sempat kaget mendapatkan pernyataanku, tetapi tetap meresponnya biasa.

TERTARIK ISLAM

Lama-kelamaan aku tertarik dengan Islam. hanya saja tidak semudah itu melepaskan keyakinanku yang semula. Baru beberapa saat kemudian, aku memberanikan diri menyatakan kepada temanku bahwa aku ingin sekali masuk Islam. Aku meyakinkan dia bahwa keputusanku itu benar-benar sudah bulat. Aku tak lagi memikirkan konsekuensi yang akan terjadi, termasuk kemungkinan ditentang keras oleh keluargaku.

Mendapatkan pernyataanku itu, ia tampak gembira dan bersyukur. Ia berkata bahwa aku patut bersyukur karena hidayah telah datang. Ia pun mengawalku untuk menjadi seorang mualaf dengan membawanya ke sebuah masjid guna berikrar dengan membaca kalimat syahadat sebagai syarat utama menjadi seorang muslim.

BISIKAN SYAHADART

Aku ingat betul ketika detik-detik menjadi mualaf. Saat itu dengan menumpang mobil temanku, kami berdua menuju sebuah masjid. Dalam perjalanan menuju masjid itulah aku merasakan bisikan aneh. Ada bisikan di telingaku hingga berkali-kali dengan ucapan kalimat syahadat.

Tanpa sadar, aku pun ikut membacakan kalimat syahadat itu sebagaimana yang aku dengar dari bisikan itu. Temanku pun kaget mendapatkan aku yang tiba-tiba membaca kalimat syahadat di mobil sebab aku sendiri tidak pernah belajar bacaan syahadat kepadanya maupun kepada orang lain.

Bahkan, begitu jelasnya bacaan yang aku dengar itu, aku bisa hafal kalimat tersebut tanpa belajar dalam waktu yang singkat. Karena itu, ketika diri ini sampai di masjid, aku langsung membaca kalimat syahadat dengan lancar, tanpa di tuntun dan tanpa diajari.

Subhanallah, kejadian itu benar-benar tidak bisa aku lupakan sepanjang waktu. Saat ini aku merasa benar-benar menjadi orang yang selamat, baik di dunia maupun di akhirat.

Related Posts