Cara Mendapatkan Tubuh Bugar Dengan Salat

Saturday, February 3, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Selain bernilai ibadah yang tinggi, salat ternyata berkhasiat untuk membugarkan tubuh. Pengaturan napas dalam salat dipercaya memperbaiki metabolisme tubuh. Berikut pemaparan Ustad Abu Sangkan, pakar salat khusyuk.

Shalat Khusyuk ( Foto @Source )

Dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, manusia membutuhkan adanya oksigen di otak. Keberadaan oksigen itu berpengaruh pada pengendalian emosional orang tersebut. Namun semakin siang bahkan menjelang sore hari, oksigen di kepala itu cenderung berkurang sehingga emosi akan sulit dikendalikan, bahkan wajah pun terlihat kurang menyenangkan.

Menurut Ustad Abu Sangkan, pakar salat khusyuk, menipisnya oksigen di kepala berakibat pada tubuh yang tegang, napas yang pendek, emosi meluap-luap di dada minta dikeluarkan. "Jika kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, akibatnya stres fisik mudah datang," kata Abu Sangkan.

Untuk mengantisipasi stres datang itu, salat punya peran penting. Gerakan salat bisa memberi kebugaran dan memperbaiki metabolisme tubuh, dengan catatan gerakan salat itu dilakukan perlahan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, baik saat berdiri, rukuk, sujud dan duduk iftirash atau tahiyat.

MENENANGKAN TUBUH

Dikatakan ustad Abu Sangkan lebih lanjut. Kebanyakan manusia bernapas dengan cepat dan pendek sekitar 14-16 kali permenit. Mereka hanya mengisi 20-30% dari paru-parunya dengan udara, sebagian besar ruangan paru-paru dibiarkan kosong tidak termanfaatkan. Pernapasan yang pendek dan buruk menyebabkan distribusi oksigen ke seluruh sel tubuh tidak berjalan dengan baik.

Sel darah dan tubuh tidak mendapat oksigen yang cukup, sehingga menjadi lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit. "Dengan gerakan salat yang benar dan teratur, oksigen akan tersebar ke seluruh organ tubuh sehingga mendatangkan ketenangan dan menghalau kecemasan," tandasnya.

Pengolahan napas yang tepat dan benar dalam salat juga memberi efek yang sama seperti pada senam yoga atau Tai Chi, badan terasa lebih segar dan nyaman, karena kadar oksigen dalam darah meningkat lebih banyak daripada biasa.

"Sebagian besar dari kita sudah belajar mengerjakan salat sejak masih kanak-kanak. Kita hanyd aiajarkan cara melakukan gerakan salat dan bacaan sesuai dengan rukun yang diajarkan Rasulullah. Kita belum memahami apa hikmah dan kekuatan yang tersembunyi dalam gerakan dan pelaksanaan salat. Kita harus menggali sendiri apa hikmah dan kekuatan yang tersembunyi dalam gerakan dan pelaksanaan salat.

Mari kita tingkatkan mutu salat kita, sehingga tidak hanya menjadi suatu ritual yang berlalu begitu saja tanpa makna dan manfaat yang dapat kita rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, tandas Ustad Abu Sangkan

MENYEHATKAN

Tak hanya itu, lelaki kelahiran Banyuwangi Jawa Timur ini juga menjelaskan jika bacaan salat yang dibaca dengan benar dan dihayati maknanya bisa memberikan kekuatan yang dahsyat pada jiwa seseorang.

Di dalam Alquran ditegaskan, "... Sesungguhnya salat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Dan ketahuilah mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain..." (QS Al Ankabut:45).

"Bagi umat Islam sebenarnya tidak perlu repot ikut belajar meditasi, yoga atai Tai Chi untuk mendapat kebugaran dan ketenangan jiwa. Semua itu sudah dipenuhi dalam gerakan salat. Sayangnya banyak orang yang melakukan gerakan salat dengan asal-asalan dan tergesa-gesa sehingga mereka tidak mendapatkan kebugaran tubuh atau ketenangan jiwa yang diinginkan.

Justru sebaiknya mereka merasa kegiatan salat hanya membuang waktu, membosankan, dan melelahkan," pungkasnya.

Rasulullah juga pernah memperingatkan kepada para pesalat yang hanya mengarah kepada aktivitas syariat yang logis. Hanya teratur dalam bacaan dan rakaat salat tanpa memperhatikan hakikat rasa ihsan dan keyakinan yang muncul dari emosional dan bersifat relasional, maka akibatnya hanya timbul rasa jenuh dan capek. Dalam hadisnya Rasulullah bersabda, "berapa banyak orang yang salat namun hanya mendapatkan rasa capek dan lelah." (HR Abu Daud).