Cara Islami Mendidik Anak Dalam Kandungan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Untuk memiliki anak yang cerdas dan saleh-salehah, tidak hanya dididik ketika lahir di dunia saja, melainkan di dalam kandungan pun sudah harus di didik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan empat metode, yakni doa, mendengar, dialog, dan terakhir menjaga perilaku.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Lahirnya anak saleh tidak bisa ditentukan oleh medis maupun gizi, keduanya hanyalah faktor pendukung. Untuk itu, perlu disertai pendidikan agama sejak dalam kandungan. "Untuk mendapatkan anak yang sempurna secara fisik dan mental, dibutuhkan amalam serta pendidikan yang tepat saat di dalam kandungan maupun setelah dilahirkan.

Cara tersebut dapat melalui doa, memperdengarkan ayat suci Alquran dengan cara sang memperbanyak membacanya, berdialog dengan calon buah hati, serta menjaga perilaku selama mengandung," jelas Abdul Basith Junaidy MAg.

DOA NABI ZAKARIA

Ada lima metode untuk mendukung dikaruniai anak yang cerdas dan saleh-salehah. Metode pertama adalah doa. Dianjurkan melantunkan doa dengan suara jelas, hal ini akan membawa efek positif bagi si janin.

Para nabi dan orang-orang saleh terdahulu banyak melakukan metode doa, di antaranya doa yang dibaca Nabi Zakaria yakni, Surat Ali Imran; 38 (ayat ini menerangkan agar dianugerai anak yang baik) Doa tersebut adalah, "Rabbi hablii milladunka dzurriyyatan Thayyibah, innaka samii'ud ud'aa-l," ("...Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya, Engkau Maha Pendengar doa...," (QS Ali Imran (3):38).

Kata Dzurriyyatan Thayyibah mengandung makna, jadikanlah anak kami anak yang saleh, berakhlaq mulia, dan beradab agar sempurna nikmat dunia dan akhiratnya.

DOA NABI IBRAHIM

Selain itu, ada pula doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim dalam Qurat surat As Shaaffaat;100, dan An Nahl: 78. Tak hanya itu, disarankan melakukan doa bersama ketika kandungan berusia 4 bulan, di mana Allah SWT telah menghembuskan roh dan janin dan rahim. Dan pada usia 7 bulan, dimaksudkan agar persalinan dapat berjalan lancar.

"Memang dalam Islam tidak ada ajuran untuk melakukan doa bersama tersebut, namun hal ini diniatkan semata-mata untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, sebagai ijtihad supaya dianugerahi anak yang saleh-saleha," terang dosen yang sudah mengabdi selama 10 tahun di Fakultas Syriah IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

BACAKAN ALQURAN

Mendidik anak dalam kandungan salah satunya bisa dilakukan dengan memperdengarkan tilawatil Alquran. Ketika anak-anak yang masih berada dalam kandungan dibiasakan mendengarkan tilawah Alquran karena manfaatnya sangat besar sekali. Dengan memperdengarkan ayat-ayat suci Alquran, janin akan terbiasa mendengarkannya dan mengikuti setiap irama yang dilafalkan.

Di samping itu, dengan membiasakan memperdengarkan tilawah Alquran saat masih berada di dalam kandungan, ketika dia memasuki usia kanak-kanak ia akan mudah menghafalkan Alquran. Memperdengarkan tilawah ini dengan cara calon ibu memperbanyak bacaan alquran. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi yang ada dapat pula dengan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran lewat CD, MP3 dan Alquran digital.

DIAJAK BICARA

Mendidik anak dalam kandungan berikutnya yang bisa dilakukan adalah mengajak janin bicara. Ketika semua organ-organ jenis sudah mulai berfungsi ajaklah ia bicara sambil mengelus-elus perut, terutama saat organ pendengarnnya sudah mulai berfungsi.

Misalnya ketika seorang calon ibu berjalan-jalan melihat pemandangan alam, sambil mengelus-elus perut si calon ibu berbicara "Adik, pemandangan alamnya bagus sekali lho. Abi dan Umi senang sekali, melihat pemandangan ini. jadi semakin yakin tentang kebesaran Allah". Biasanya si janin akan memberikan respon berupa tendangan ke arah bagian perut calon ibu.

JAGALAH PERILAKU

Menjaga perilaku sangat dibutuhkan saat masa kehamilan. Karena akhlak orang tua akan berpengaruh terhadap akhlak anak-anak kelak, terutama pada ibu hamil. Mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku. Menghindari hal-hal yang kurang baik tidak hanya ditekankan dalam masa kehamilan, namun juga sampai anak dewasa.

Sebab orang tua yang paling besar memberikan pengaruh terhadap anak-anaknya. Jika orangtua berperilaku buruk, tidaklah mengherankan jika suatu saat nanti anak-anak Anda berperilaku buruk juga. Ada beberapa contoh perilaku buruk yang mesti dihindari selama masa kehamilan, contohnya berbohong, mengumpat, dan ghiba.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...