Bukti Kedermawanan Nabi

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Sifat kedermawanan Rasulullah SAW yang selalu membantu orang-orang yang membutuhkan, patut untuk ditiru. Rasulullah Saw berusaha membantu semua orang miskin yang meminta padanya. Walaupun, beliau sendiri hidup dalam kesederhanaan.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Rasulullah SAW bukanlah seseorang yang banyak harta dan kaya raya, beliau hidup sederhana. Walaupun hidup dalam kesederhanaan, Rasulullah SAW tetap mendermakan apa yang dimilikinya.

Rasulullah SAW sangat murah hati hingga seolah seperti lautan kemurahan hati. Di seluruh dunia ini tidak ada orang yang lebih murah hati daripada beliau. Beliau tidak pernah menolak siapa pun yang menginginkan sesuatu dari beliau. Nabi tak pernah membiarkan mereka pergi dengan tangan hampa.

KISAH 8 DIRHAM

Pagi itu Rasulullah SAW tampak sekali sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat, baju yang tinggal satu-satunya itu ternyata sudah usang. Dengan rezeki uang delapan dirham, beliau segera menuju pasar untuk membeli baju.

Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis. Ternyata ia kehilangan uangnya. Karena itu beliau memberikan 2 dirham untuknya. Setelah itu, Rasulullah SAW melangkah ke pasar dan membeli sepasang baju dengan harga 4 dirham. 

Di tengah perjalanan pulang, beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Dengan iba, orang itu memohon sepotong baju yang baru dibelinya. Tanpa banyak kata, beliau memberikan baju itu. Maka, kembalilah beliau ke pasar untuk membeli baju lagi dengan uang tersisa 2 dirham, tentu saja kualitasnya lebih kasar dan jelek dari sebelumnya.

Ketika hendak pulang lagi, Rasulullah SAW kembali bertemu dengan wanita yang menangis tadi. Wanita itu ternyata takut pulang karena khawatir dimarahi majikannya akibat sudah terlambat. Dengan kemuliaan hati beliau, Rasul langsung menyatakan kesanggupan untuk mengantarkannya.

"Assalamualaikum warahmatullah," sapa Rasulullah SAW ketika sampai rumah. Mereka yang di dalam semuanya terdiam, padahal mendengarnya. Rasul pun mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, baru mereka menjawab dengan serentak.

Rupanya mereka menganggap salam Rasulullah SAW sebagai berkah dan ingin terus mendengarnya. Rasulullah SAW lalu mengutarakan "Pembantumu ini terlambat dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya." Mendengar ucapan itu, mereka kagum akan budi perkerti beliau. Mereka akhirnya menjawab, "Kami telah memaafkannya dan bahkan membebaskannya."

Rasulullah SAW pulang dengan hati gembira karena telah terbebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah SWT. Beliau pun berujar, "Belum pernah kutemui berkah delapan dirham sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak."

DITAMBAH ALLAH

Dikisah yang lainnya, pernah suatu hari ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keesokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasulullah SAW juga memberinya. Keesokan harinya, datang lagi dan kembali meminta, Rasulullah SAw pun memberinya.

Keesokan harinya, ia datang kembali untuk meminta-minta, Rasulullah Saw lalu berkata, "Aku tidak mempunyai apa-apa saat ini. Tapi, ambillah yang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya."

Umar yang saat itu sedang berada di sana, tidak sependapat dengan perilaku Rasulullah SAW. ia pun lalu berkata, "Wahai Rasulullah Saw, janganlah memberi di luar batas kemampuanmu." Saat mendengar perkataan Umar itu, Rasulullah Saw pun tidak menyukainya. Salah seorang yang ada di sana memahami hal itu dan berkata, "Ya Rasulullah SAW! Menurut pendapatku, kau harus memberinya lagi. Jangan takut dan berpikir Allah akan membuatnya menjadi lebih sedikit,"

Rasulullah Saw senang mendengar kata-kata itu. Sambil tersenyum, beliau menatapnya dan berkata, "Kau sudah mengungkapkan kebenaran. Aku memang diperintahkan untuk melakukan itu."

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...