Bolehkan Memotong Kuku Saat Haid?

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Memotong kuku merupakan salah satu yang disunahkan oleh Rasulullah untuk selalu dijaga kerapiannya. Lalu saat haid, apakah masih diperbolehkan untuk merapikan kuku? Atau harus ditunda hingga haid selesai?

Ilustrasi ( Foto @Source )

Vidy (20) merupakan sosok muslimah yang selalu mejaga kebersihan kukunya. Setiap kuku panjang, dia langsung merapikannya dengan cara mengguntingnya. Namun kebiasaannya itu beberapa kali menuai kritik dari teman-temannya.

Pasalnya, saat haid pun dia tetap melakukan kebiasaan tersebut. Sementara menurut rekannya itu, saat haid tidak diperbolehkan untuk menggunting kuku.

Menurut Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah dalam buku Fikih Wanita menjelaskan bahwa selain ada amalan yang dilarang ketika haid tiba, ada juga amalan yang masih diperbolehkan saat tamu bulanan itu datang, antara lain:

MENCUKUR RAMBUT DAN MEMOTONG KUKU

Ada dua pendapat mengenai hal tersebut. Pertama, membolehkan untuk memotong rambut maupun kuku. Hal ini berdasarkan atas asumsi bahwa kuku dan rambut merupakan bagian tubuh yang sifatnya tumbuh. Meskipun dipotong berulang-ulang akan tetap ada. Selain itu juga disebabkan karena sentuhan lawan jenis yang bukan muhrim pada kuku dan rambut tidak membatalkan wudhu.
Sementara pendapat kedua menyatakan, larangan untuk memotong rambut dan kuku, berdasarkan asumsi bahwa keduanya merupakan bagian tubuh sehingga kesuciannya harus tetap dijaga.

BEPERGIAN

Seorang muslimah yang sedang haid, diperbolehkan untuk melakukan perjalanan. Seperti belanja, bekerja, atau pun silaturahim. Karena pada dasarnya haid tidaklah menghalangi aktivitas seorang muslimah meskipun kondisi tubuh tidak seperti ketika sedang suci.
BELAJAR 

Bagi muslimah yang sedang haid, masih diperbolehkan untuk menuntut ilmu, baik secara formal (sekolah) maupun nonformal (ikut pengajian dan sebagiannya) dengan niat memperdalam ajaran agama Islam dan meningkatkan keimanan tentunya. Namun, harus dengan catatan, tempat untuk belajar tersebut tidak di dalam masjid.

ZIKIR DAN DOA

Mengingat Allah dan memohon kepadanya merupakan kewajiban bagi umat Muslim. Hal ini pun tetap diperbolehkan kepada muslimah yang sedang haid. Meskipun dalam doa dan zikir tersebut terdapat ayat-ayat Alquran, namun jika niatnya untuk berzikir dan doa, maka diperbolehkan. Berbeda jika niatnya untuk membaca Alquran, maka dilarang.

MEMBACA HADIS

Larangan ketika haid adalah membaca Alquran. Oleh karena itu, membaca segala sesuatu selain Alquran, diperbolehkan. Seperti membaca hadis, buku-buku fikih dan sebagainya.

MENDENGARKAN ALQURAN

Saat haid tiba bukan berarti menjauh dari ritual keagamaan. Oleh karena itu, diperbolehkan bagi muslimah yang haid untuk mendengarkan bacaan Alquran, baik secara langsung maupun berupa rekaman.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...