Balasan Orang Kaya Yang Tidak Bersyukur

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Awalnya Nabi Musa mendoakan salah seorang umatnya untuk diberikan kekayaan. Allah SWT lantas mengabulkan doa itu. Namun, sayang setelah kaya, orang tersebut tidak bersyukur. Malah kekayaan itu digunakan untuk maksiat, mabuk, dan membunuh sehingga ia harus dihukum qishas.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Tidak butuh waktu yang lama bagi Allah SWT untuk mengkayakan maupun memiskinkan seseorang. Karena itu, rezeki yang Allah SWT berikan hendaknya disyukuri dan digunakan dengan baik. Itulah pelajaran yang bisa diambil dari kisah yang tergambar dalam kehidupan seseorang yang hidup pada masa Nabi Musa As. 

Ia yang mulanya hidup miskin, namun akhirnya menjadi kaya setelah didoakan Nabi Musa. Akan tetapi, justru dengan kakayaan itu ia menjadi hina karena perbuatan maksiatnya.

Dalam sebuah riwayat, pada masa Nabi Musa As hiduplah seorang fakir miskin yang tidak punya apa-apa. Bahkan begitu fakirnya, ia hanya tidur di atas tanah hamparan padang pasir, tanpa baju, dan alas tidur. Melihat kondisi itu, Nabi Musa pun mendekati orang tersebut untuk mengetahui lebih dekat kehidupannya.

"Wahai Musa, mohonlah kepada Allah agar Dia memberi saya sedikit rezeki yang dapat membebaskan saya dari kemiskinan ini," pinta orang miskin itu saat melihat Musa berada di sisinya.

DIDOAKAN NABI

Sesuai dengan permintaan orang fakir tersebut, Nabi Musa berdoa kepada Allah SWT agar memberikan rezeki kepada orang tersebut sehingga ia tidak lagi menjadi orang fakir dan miskin.

"Baiklah, saya akan memohon kepada Allah SWT agar mengaruniakan kepadamu rezeki yang kamu butuhkan," jawab Nabi Musa kepadanya.

Setelah itu, Nabi Musa As pergi meninggalkan orang itu untuk melanjutkan perjalanannya. Tak lama kemudian, Allah SWT mengabulkan doa Nabi Musa dengan memberikan rezeki berlimpah kepada orang itu sehingga dalam waktu singkat, si miskin itu telah menjadi kaya raya.

Ironisnya, setelah mendapatkan rezeki yang banyak, orang itu malah tidak bersyukur. Rezeki yang didapatkan itu malah digunakan untuk mabuk-mabukan dan membeli minuman arak. Bahkan, dalam kondisi mabuk tersebut, ia melakukan penyerangan kepada orang lain hingga dirinya membunuh seseorang. Akibatnya, ia pun akhirnya ditangkap penduduk setempat setelah melakukan pembunuhan itu.

Hari berikutnya, Nabi Musa As pulang dengan melewati jalan yang sama. Namun, di tengah perjalanan, ia kaget melihat orang miskin yang didoakan kaya itu sedang dikelilingi penduduk. Ketika didekati, Nabi Musa As melihat kedua tangan si miskin itu dalam kondisi terikat dan hendak menjadi sasaran kemarahan penduduk.

"Apa yang telah terjadi? Mengapa orang ini diikat dan seolah akan dihukum?" tanya Nabi Musa As kepada penduduk tersebut.

MENDAPAT HUKUMAN

Salah seorang penduduk lantas menjelaskan bahwa orang tersebut telah melakukan pembunuhan sehingga harus dihukum qishas sesuai perbuatannya.

"Sesungguhnya orang ini tidak menyukuri kekayaannya, ia suka minum arak hingga mabuk, saat mabuk itulah ia telah membunuh seseorang," ujar penduduk tersebut.

Mendapatkan penjelasan demikian, Nabi Musa As pun mengakui kebijaksanaan Allah SWT yang mengatur rezeki manusia. Nabi Musa As juga memohon ampun kepada Allah SWT atas doa yang telah dia panjatkan untuk si fakir agar diberikan rezeki berlimpah.

Allah SWT berfirman, "Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat," (QS Al Alaq: 6-7).

Related Posts