Amal Baik Yang Akhirnya Menolong Si Pembuatnya

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Saya laki-laki berusia 39 tahun dan bekerja sebagai PNS di Pemerintah Kabupaten Jepara. Saya ingin membagi pengalaman yang sangat mengesankan dengan semua pembaca setia AkuIslam.Id

Ilustrasi ( Foto @Source )

Kejadian ini saya alami di pertengahan tahuun 2004 ketika saya diopname di Rumah Sakit untuk menjalani operasi ambeien yang sudah saya derita selama 18 tahun, tepatnya sejak saya masih duduk di kelas II SMA.

Sebenarnya, saya sangat takut untuk operasi, namun karena derita yang tidak tertahankan lagi, akhirnya saya mantap untuk operasi karena dokter juga mengatakan bahwa satu-satunya upaya penyembuhan ambeien adalah dengan operasi.

Lebih-lebih sesaat menjelang operasi Hemeglobin (kadar darah) saya diukur ternyata hanya 5, padahal ukuran normal laki-laki dewasa adalah 12-14.

Setelah ditransfusi darah sebanyak 4 kantung, akhirnya Hemeglobin saya naik menjadi 9,6 yang menurut dokter sudah bisa untuk dilakukan operasi. Dengan diiringi doa dari ibu, istri dan anak, serta seluruh keluarga, saya dioperasi pada hari Jum'at, 18 Juni 2004. Operasi berlangsung mulau pukul 08.30-11.00. Setelah itu saya dibawa ke Ruang ICU diiringi harap-harap cemas seluruh keluarga.

Pasca operasi, di antara sadar dan tidak, saya merasakan haus tidak terkira, namun dokter tidak mengizinkan saya minum sebelum saya buang gas. Pada saat-saat inilah, saya mengalami rasa sakit yang sangat luar biasa sampai tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Di antara sadar dan tidak, saya pun teringat kisah Ashabul Kahfi, tentang beberapa musafir muslim bersama seekor anjing yang terjebak di dalam goa dan berhasil keluar dengan memohon kepada Allah, berdasarkan balasan atas amal baik yang telah mereka lakukan untuk sedikit demi sedikit membuka celah batu yang mengurung mereka di goa. Lalu saya pun melakukan hal serupa.

Pertama, saya mohon kepada Allah atas amal baik yang pernah saya lakukan kepada seorang nenek Cina yang saya tolong untuk menyeberang jalan yang sangat ramai, yaitu di Jl. Pahlawan, Semarang semasa kuliah saya tahun 1987.

"Kalau hal itu baik bagi saya dan berguna bagi nenek Cina itu, ya Allah, sembuhkanlah rasa panas di dada ini," ucapku lirih.

Luar biasa. Secara berangsur-angsur rasa panas di dada saya hilang. Kedua, saya mohon kepada Allah SWT. atas amal yang saya lakukan kepada ibu kost-ku di Semarang, saat kuliah di tahun 1986-1991. 

"Kalau itu baik bagiku dan bagi bapak-ibu kost-ku, ya Allah, bebaskan hamba yang lemah ini dari rasa sakit di dubur bekas operasi ini..." ucapku lagi.

Keajaiban luar biasa kembali terjadi. Rasa sakit bekas operasi itupun berangsur-angsur tidak lagi terasa.

Alhamdulillah. Akupun bisa istirahat lebih tenang. Demikianlah, semoga kejadian yang saya alami ini juga bisa menjadi pelajaran berharga buat yang membacanya. Terima Kasih.

Related Posts