Akibat Sikap Takabur Yang Buatku Tersungkur

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Setiap kejadian apapun di dalam hidup sudah tentu mengandung sebuah pelajaran berharga yang patut untuk di ambil hikmahnya, asalkan kita semua mau memikirkan dan mempelajarinya. Begitu pula dengan pengalaman berhargaku ini yang selalu akan kuingat sampai kapan pun, agar kita jangan terperosok ke dalam lubang yang sama di kemudian hari.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Peristiwa ini aku alami di saat aku sedang melaksanakan tugas praktek mengajar atau PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) di sebuah Sekolah Dasar yang letaknya tidak begitu jauh dengan kampus tempat aku kuliah.

Di tengah-tengah kesibukanku melaksanakan PPL, pihak sekolah berencana mengadakan peringatan hari besar Islam yakni peringatan Maulid Rasulullah SAW. Nah, pada peringatan tersebut diperlukan beberapa persiapan yang matang di antaranya perlengkapan sound system, konsumsi dan dekorasi.

Pada waktu mendekor (menghias ruangan), kepada teman PPL-ku, hati kecilku berkata dengan takaburnya, "Hah! Mana mungkin kalian bisa mendekor ruangan ini. Kalian tidak punya ilmunya." Pada saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 12.45 WIB, pekerjaan mendekor kami pun hampir selesai, tinggal bagian atas yang masih belum terpasang.

Setelah istirahat sejenak, kami lanjutkan pekerjaan tersebut sambil mengambil tangga panjang yang tersedia di pojok kelas. Aku pun mulai naik dengan membawa beberapa kertas hias yang telah dipotong-potong, lem, ceklek dan peralatan dekor lainnya ke atas.

Namun, tepat di anak tangga terakhir, aku tidak sadar kalau anak tangga itu kayunya sudah rapuh sekali. Musibah pun tidak dapat dihindari lagi. Aku sendiri akhirnya tersungkur jatuh ke lantai. Mukaku lecet berdarah dan merah memar.

Semua tangan kiriku keseleo di bagian persendian. Akhirnya aku hanya bisa berjalan lemah ke kantor dewan guru dengan dipapah oleh beberapa teman PPL-ku. Selanjutnya aku dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diobati.

Setelah mendapat pertolongan intensif dari para perawat di Puskesmas tersebut, aku hanya bisa terbaring lemah di kasur sambil merenungi nasib yang menimpaku hari ini. Astagfirullah! Aku baru menyadari kalau hari ini aku telah berlaku takbur dengan teman-temanku. Rupanya Allah menegur aku dengan peristiwa ini.

Mudah-mudahan, pengalaman pahit yang kualami ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku takabur lagi kepada siapapun, baik itu kepada teman kita sekalipun, guru, orangtua dan yang lainnya apalagi kepada Allah SWT. karena yang berhak takabur itu hanyalah Dia semata.

Baca Juga Yang Lainnya: