Akibat Menjual Susuk

Friday, February 2, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Aku seorang suami dan ayah dari satu putri. Aku mempunyai sebuah toko perhiasan kecil, tepat jual beli emas. Suatu ketika aku tergiur untuk menambah pundi-pundi uangku dengan menjual susuk emas.

Jarum Emas ( Foto @Source )

Aku memesan susuk-susuk emas tersebut pada seseorang dan menjualnya kembali di tokoku dengan harga cukup tinggi. 

Dari penjualan susuk tersebut, aku memperoleh keuntungan yang sangat banyak. Banyak orang memesan susuk emas dariku, mulai dari orang biasa sampai orang yang mengaku "Ustadz pemasang susuk".

Akhirnya, istri dan anakku tahu kalau aku menjual susuk emas. Mereka mengingatkanku, bahwa hal tersebut dilarang agama, karena dengan menjual susuk, berarti aku membantu orang-orang melaksanakan kemungkaran terhadap Allah atau memudahkan mereka dalam melakukan kemusyrikan.

Tapi, aku seolah tak bergeming. Aku tak mau mendengar pendapat mereka sedikitpun. Aku seolah dibutakan dengan keuntungan melimpah dari hasil penjualan susuk-susik emas tersebut.

Aku menganggap bukankah orang yang mengaku "ustadz" itu saja memesan susuk padaku, berarti hal tersebut bukanlah sesuatu yang haram. 

Tapi, aku akui, pada saat itu, setelah aku mulai menjual susuk emas, tidak ada lagi orang yang menjual perhiasan emas rusaknya padaku. Akhirnya, setelah aku memilih jalur yang tidak diridhai Allah ini, maka Allah pun segera menutup jalur rezeki halalku.

Alhamdulillah, hatiku mulai tergerak berkat doa istriku yang tak kunjung henti di akhir tahajudnya. Aku berinisiatif menanyakan masalahku ini pada seseorang yang benar-benar memiliki pemahaman yang baik dalam ilmu agama.

Ia berkata, bahwa menjual susuk merupakan perbuatan yang sama sekali tidak diridhai Allah, dan hasil penjualan yang kuperoleh selama ini dari susuk-susuk emas tersebut merupakan rezeki haram.

Aku pun bertaubat kepada Allah. Aku tak lagi menjual susuk emas tersebut.

Allah pun menunjukkan kuasa-Nya. Aku merasa Allah benar-benar ingin membersihkan harta yang haram itu dari keluarga kami. Anakku yang berusia 20 tahunan menderita sakit mata yang aneh, kelopak matanya bengkak setiap dia makan sesuatu seperti telur, ikan, maupun makanan pedas.

Padahal, sebelumnya dia tak pernah mengalami masalah sedikitpun pada matanya yang diakibatkan makanan. untuk mengeluarkan nanah dan air yang ada di dalamnya. Terpaksa anak kami harus sering-sering dioperasi kecil yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tapi aku tetap bersyukur, bukan penyakit mata yang berat yang menimpa anakku. Sekarang, penyakitnya udah tidak pernah kambuh. Alhamdulillah, setelah tak menjual susuk lagi, jalur rezeki lain mulai terbuka lancar.

Banyak orang mulai menjual perhiasan emasnya lagi padaku. Dan kujadikan hal ini sebagai teguran dan kasih sayang Allah untukku.