Akhirnya Suamiku Menjadi Gelandangan Karena Perbuatannya

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
Suamiku seorang yang bekerja di pemerintahan, yang gemar mabuk-mabukan dan main perempuan. Kami menikah atas dasar cinta dan telah dikaruniai 2 anak yang manis-manis. Orang tuaku dan mertuaku sama-sama miskin. Jadi saat kami ada masalah, mereka tak bisa membantu.

Sejak menikah, aku tak pernah pakai anting emas. Boro-boro pakai anting emas, untuk makan sehari-hari saja aku sering puasa. Anak-anak hanya kuberi makan sayur bening dan tempe. Mereka sangat kurus karena kurang makan dan tak pernah minum susu.

Ilustrasi Gelandangan ( Foto @Source )

Aku sering menangis sendiri, suamiku malas dinas dan sering tidak pulang. Gajinya hanya beberapa puluh ribu karena banyak potongan sana-sini. Suamiku sangat pelit, tapi untuk mabuk-mabukan dan main perempuan dia sangat royal, walaupun harus hutang sana-sini.

Tahun 2000, suamiku ditangkap di rumah seorang pelacur karena 2 minggu tidak dinas. Tahu 2004 ditangkap lagi karena 1 bulan tidak dinas. Kali ini dia kecantol lagi dengan pelacur. Setelah itu dia disel 2 bulan. Keluar sel, ia pamit mau nyekar di kuburan bapaknya, tapi kemudian pergi lagi bersama wanita pelacur.

Dalam setiap kepergiannya, oleh kantor, gaji suamiku langsung di-stop. Aku melewati hari-hari tanpa suami dengan jualan goreng-gorengan. Bahkan kedua anakku sering membuntuti aku jualan karena mereka takut sendirian di rumah.

Aku pernah menangis mulai jam 7 malam sampai jam 2 dini hari karena berhari-hari suamiku tak pulang. Tanpa kusadari, para tetanggaku ada belasan orang memijat-mijat badanku, membuatkan teh hangat dan menghangatkan badanku dengan balsem.

Mereka semalaman menjagaku. Maklumlah, aku tinggal di asrama milik pemerintah yang cukup elit. Jadi para tetangga bagaikan saudara sendiri. Banyak keburukan suami yang tidak bisa kuceritakan di sini karena aku sangat mencintainya.

Tapi aku cuma bisa katakan, selama 11 tahun menikah, aku cari nafkah sendiri, melewati Hari Raya bersama suami hanya 2 kali.

Sudah 10 bulan suamiku pergi. Dia diajukan disersi. Tapi dia belum dipecat karena aku selalu memohon pada atasannya. Dua bulan yang lalu, suamiku datang dengan badan sangat kurus, hitam dan sekujur punggungnya penuh panu. Bau badannya sangat tidak sedap. Dan pakaiannya compang-camping.

Aku menyambut kepulangan suamiku dengan bahagia. Kurawat dia, kumanjakan dia karena ternyata dia tidur di terminal-terminal dan terlunta-lunta. 

Sekarang suamiku pergi lagi. Sementara aku sendiri pernah kerja menjadi PRT di rumah orang Madura. Lalu aku kost dan menerima cuci setrika. Aku tak bisa mengikuti kemana suamiku pergi karena aku harus bekerja.

Karena kedua anakku tak ada yang merawat, apalagi anak pertamaku sekolah. Aku percaya, pengalaman hidupnya dengan menggelandang, akan menjadikan dia lahir kembali. Dengan hati yang bersih dan jiwa yang bersih.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...