6 Cara Menjadi Istri Ideal

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Ketika sang suami dalam posisi di puncak karier, wanita juga harus mengimbangi menjadi istri yang ideal. Artinya, tak hanya ribut dengan kegiatan rumah tangga saja, namun juga bisa menjadi pendamping ideal ketika suami membutuhkan. Dan istri yang demikian haruslah cerdas dan punya emosional yang seimbang.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Begitu pula banyak keinginan untuk menjadi seorang yang ideal. Sungguh tidak mudah menjadi seseorang yang ideal, namun setiap pasangan menginginkan pasangannya ideal.

Menurut psikolog Eva Damayati MSi, keinginan tersebut wajarlah terjadi pada seorang individu. "Setiap manusia pasti menginginkan sesuatu yang sempurna dan ideal. Inilah yang mendorong beberapa orang selalu mengharapkan sempurna. Termasuk, keinginan untuk mempunyai istri yang ideal," jelasnya.

Ia pun menambahkan, secara singkat seorang istri dikatakan ideal bilamana wanita tersebut bisa melakukan dan melaksanakan dengan baik peran utama menjadi seorang istri. Peran tersebut antara lain mampu melayani suami, menjadi pendamping yang baik, dan mengurus segala keperluan keluarga.

6 KIAT

Untuk mendapatkan karakter istri yang ideal tersebut. Psikolog yang mengenakan jilbab dalam kesehariannya ini pun menambahkan 6 kiat yang bisa dilakukan.

CINTA YANG TULUS

Cinta merupakan elemen dasar dari sebuah hubungan, terutama dalam perkawinan.

"Dengan cinta yang tulus juga, apapun yang Anda lakukan untuk sang suami akan terasa lebih menyenangkan. Ini juga bisa membuat suami Anda pun akan lebih menghargainya. Bukankah di setiap kesuksesan seorang suami ada sosok wanita hebat di belakangnya," paparnya.

LAKSANAKAN KEWAJIBAN

Sudah kodratnya, seorang wanita mempunyai banyak peran di dalam keluarga yakni menjadi istri dan ibu bagi anak-anak. Seorang istri dikatakan ideal bilamana dia bisa melaksanakan dua kewajiban utamanya tersebut.

Kedua kewajiban tersebut haruslah berjalan dengan seimbang. Dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya ini, Eva pun mengingatkan, meskipun Anda termasuk sebagai wanita karier tak lantas membuat Anda tidak memperhatikan kebutuhan suami dan anak-anak.

"Bagilah waktu Anda antara kesibukan di luar rumah dengan kesibukkan di rumah tangga. Tetap laksanakan peran-peran Anda. Misalnya memasak, ataupun sekedar menyiapkan keperluan suami saat akan pergi bekerja," tuturnya.

SELALU SUPPORT

Kiat yang ketiga adalah selalu memberikan support. Tak dipungkiri, kesuksesan seorang suami tak lepas dari dukungan seorang istri.

Eva pun menegaskan, dukungan ini pun harus selalu diberikan dalam kondisi apapun, baik dalam kesuksesan maupun keterpurukan.

SALING BERBAGI

Dalam kehidupan perkawinan juga Anda harus pintar berbagi, baik materi maupun hal lain seperti berbagi peranan, berbagi perasaan, berbagi waktu, serta hal-hal lainnya. Meskipun kini Anda telah menikah, bukan berarti segala sesuatu harus dilakukan bersama-sama berdua dengan pasangan Anda.

"Pilihlah peran masing-masing dalam rumah tangga. Bila suami Anda memfokuskan diri untuk mencari materi, Anda tidak harus ikut-ikutan mengejar materi tetapi alihkan pada hal lain seperti mendidik dan mengurus anak," katanya

MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Kehidupan pasti akan mengalami pasang-surut dan berputar seperti roda, kadang berada di atas namun tak jarang juga harus berada di paling bawah, begitu juga dengan perkawinan. Di saat-saat sulit itulah Anda sebagai istri harus bisa menjadi pendengar yang baik.

Meskipun hal ini terkesan sepele, namun menjadi pendengar yang baik ternyata tidak mudah untuk dilakukan, terutama bagi Anda yang tingkat keegoisannya tinggi. Sediakanlah waktu dan dengarkanlah keluh kesah suami Anda, jangan dulu memotong atau mendebatnya sebelum dia selesai bercerita.

MENDOAKAN

Menjadi istri yang ideal juga selalu mendoakan suaminya, baik di kala susah maupun senang. Doa juga akan menjadi motivasi untuk mempertahankan kesuksesan maupun memasrahkan kegagalan sehingga tidak berlarut-larut dalam keterpurukkan.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...