Tragedi Baju Bolong

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Berawal dari pergaulan, segalanya memang bisa berubah begitu cepat. Seperti aku yang dulu yang senang bergaul dengan teman-teman yang suka nongkrong, akhirnya semua berubah.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Hanya untuk mengejar dua kata "Gaul dan Funky" segalanya aku relakan. Belajarku kacau. Aku mulai mengikuti trend mode mereka. Orangtuaku sangat menentang pergaulanku yang 'semau gue' bahkan beliau selalu menganjurkan untuk memakai jilbab seperti kakakku. Tapi aku selalu menolak dengan alasan takut nggak gaul lagi.

Suau hari aku membeli T-Shirt yang menurutku sangat bagus. Aku sangat suka sekali dengan model dan warnanya. Pasti teman-teman juga suka kalau melihatku pakai baju itu.

Kebetulan, minggu depan salah satu temanku ada yang berulang tahun. Baju itu sedianya mau aku pakai ke pesta ulang tahun temanku.

Berulang kali baju itu kutempelkan ke badanku di depan kaca sebelum disterika. Bukan apa-apa, aku cuma ingin memastikan bagus dan tidaknya baju itu aku pakai. Aku mulai menyeterika sambil nonton TV karena kebetulan letak TV bersebelahan dengan meja setrika.

Saking asyiknya nonton, aku tidak sadar setrika begitu panas. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari baju baruku gosong dan bolong kena setrika.

Aku menjerit, dan kontan langsung jadi pusat perhatian seluruh keluarga. Baju baruku bolong selebar setrikaan. Aku sedih. Rasanya ingin marah, marah sekali. Tapi pada siapa? Ini semua salahku sendiri.

Kakakku coba menghibur dengan memberi usul menggunakan baju lain. Tapi aku menolak karena sudah terlanjur kecewa. Sedang kedua orangtuaku menasehatiku untuk berganti mode. "Mungkin sudah waktunya kamu berganti gaya," kata bapakku singkat tapi punya makna tersirat.

Kalau dipikir-pikir, benar juga kata Bapak. Mungkin Allah sedang mengingatkanku dengan cara seperti ini. Aku memang harus menutup auratku seperti anjuran orangtuaku. Tiba-tiba butiran bening mataku benar-benar mampu menyejukkan batinku.

Alhamdulillah, aku diingatkan dengan cara sehalus ini. Bagaimana bila aku kebablasan bergaul? Mulai hari ini, aku mengganti bajuku dengan yang lebih tertutup dan segera memuseumkan baju-baju gaulku. Subhanallah, dengan jilbab aku merasa lebih terlindungi.

Kisah ini dikirim oleh sahabat AkuIslam.Id, buat yang mau berkirim kisah bisa melalui email kita ceramahbersama@gmail.com kami akan berupaya untuk mempublish kisah Anda segera.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...