Suami Selingkuh Dengan Teman Kerja

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Saya seorang istri yang sudah satu tahun menikah. Namun sampai kini belum dikaruniai anak. Belakangan suami saya mulai bertindak yang menurut saya melanggar agama.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Dia berani berselingkuh dengan teman kerjanya. Apakah tindakan yang paling tepat sesuai dengan tuntunan Islam bagi seorang istri yang mengetahui suaminya seperti itu?

Apakah saya boleh menggugat cerai? Saya bingung, karena saya masih menyayanginya.

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim dari Sahabat AkuIslam.Id dari Malang

Dalam rumah tangga seorang suami haruslah menjadi pemimpin yang bijaksana dan mampu mengatur biduk rumah tangga. Firman Allah SWT dalam surah An-Nur ayat 4, yang artinya, "Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah orang-orang yang benar. Dia (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta, Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta, dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar."

Ayat di atas menjelaskan bahwa suami yang menuduh istri telah berzina adalah perbuatan yang dilaknat oleh Allah padahal dia tidak pernah melakukan zina, begitu juga sebaliknya. Tuduhan perzinahan itu harus dibuktikan bukan hanya fitnah semata. Anda dan suami harus berkomunikasi dengan baik, terutama mengenai hal tersebut. Tanyakan kepada suami dengan cara yang baik, apakah dia benar-benar berbuat demikian atau tidak?

Jika Anda merasa tidak mampu menyelesaikan masalah, maka lebih baik Anda meminta bantuan orang tua agar persoalan selesai.

Ke dua, Anda tidak perlu memutuskan bercerai, jika suami Anda masih berkomitmen untuk melanjutkan pernikahan pernikahan dan mau bertobat, karena Anda masih menyayangi suami. Namun, sebaliknya jika suami sudah tidak mau meneruskan pernikahan, maka Anda boleh menempuh jalan berpisah.

Related Posts