Soal Berkhayal Dan Jimat

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Saya ingin bertanya, Berkhayal itu kadang membuat semangat atau dorongan. Lalu, apakah batasan berkhayal yang dibolehkan atau dilarang agama? Bagaimana hukum berangan-anggan masa depan atau cita-cita?

Ilustrasi Jimat ( Foto @source )

Bagaimana hukum jimat? Kenapa sekarang masih banyak kyai atau ustadz yang memberikan jimat dengan bertuliskan huruf-huruf Arab.

Apa itu diperbolehkan? Bila tak diperbolehkan oleh agama, bagaimana cara memusnahkannya?

Diatas adalah pertanyaan Sahabat AkuIslam.Id dari Sidoarjo

Berkhayal tidak dibenarkan apabila khayalan tersebut bertentangan dengan hukum-hukum Allah, yakni ada unsur kemaksiatan di dalamnya, keluar dari sifat-sifat kemanusiaan, atau terlalu panjang angan-angan tanpa pernah melaksanakannya. Adapun cita-cita dibolehkan.

Dengan bercita-cita maka akan terjadi arahan dalam langkah dan strategi pencapaiannya. Rasulullah SAw bersabda, "Berbuatlah kalian semua, setiap orang dimudahkan kepada tujuan penciptaannya.' (Muttafaqun'alaih).

Tentang jimat yang menggunakan ayat-ayat al-Qur'an dan doa, ada sebagian ulama yang membolehkan dan ada pula yang mengharamkan. Yang mengharamkan mengambil dalil dari sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang memakai jimat, maka ia telah syirik." (HR Ahmad). Hikmahnya adalah untuk mempertebal tawakal kepada Allah SWT. dan menghindari ketergantungan kepada apapun selain Dia.

Related Posts