Sedekah Uang Utang, Bolehkan?

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Saat ini saya sedang diuji Allah. Usaha roti saya omzetnya terus-menurun. Bahkan, untuk membeli bahan-bahan baku saja terkadang hasil utang. Tapi, dari hasil uang utang itu juga sebagian saya sedekahkan. Namun, ada teman yang menyebut bahwa uang utang tidak boleh untuk sedekah.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Ia berkata bahwa saya jangan dulu bersedekah karena kondisi ekonomi saya sedang lemah. Tapi, jujur saya tidak percaya itu. Saya lebih percaya pada keajaiban sedekah itu.

Diatas merupakan pertanyaan yang dikirimkan dari Sahabat AkuIslam.Id dari Surabaya

Apa yang saudari lakukan itu bagus, hanya saja memang perlu diukur dengan kadar kemampuan. Berbuat baik itu baik dan berpahala, namun kalau terlalu baik jadi buruk. Ukuran sedekah yang terbaik adalah sebesar-besarnya kemampuan kita.

"Tidak akan mencapai kebaikan yang sempurna, sampai kamu mau mengorbankan apa yang kamu cintai..." (Ali Imran: 92).

Saudari tidak perlu menghentikan kebiasaan sedekah hanya karena dalam posisi ekonomi lemah. Hanya saja mungkin perlu diubah konsep sedekahnya. Ketika meminjam uang untuk membeli bahan baku pembuatan roti, maka Saudari gunakan uangnya untuk kulakan saja. Nah, nanti ketika dalam penjualan roti mendapat keuntungan, Saudari sedekahkan sebagian dari keuntungan itu.

Yang terpenting, usahakan dengan sedekah yang Saudari lakukan itu tidak menjadi susah sendiri. Artinya, Saudari tetap sedekah, namun tidak memberatkan pada uang hasil utang karena itu sama saja sedekah dengan barang utangan. Allah SWT menganjurkan sedekah dari hasil usaha kita, alias cari keuntungan dagang atau usaha Saudari yang lain.

Saran saya, jangan berhenti dan jangan bosan untuk selalu meminta dan berdoa kepada Allah agar Allah memberikan apa yang menjadi hajat dan keinginan Saudari. Untuk membuka pintu langit dan memperoleh karunia Allah, perbanyak pendekatan diri kepada-Nya dengan meningkatkan ibadah kepada-Nya.

Lakukan shalat lima waktu secara tepat waktu, iringi dengan sunat-sunat qabliah dan bakdiahnya, rutinkan shalat malam/Tahajud, shalat Duha, dan senantiasa membaca Alquran. Kalau semua itu sudah dilakukan, maka bersabarlah menanti pertolongan Allah.

Terlepas dari semua itu, sungguh Allah tidak akan mengurangi apa yang memang menjadi hak kita.

"...Apa saja yang kalian nafkahkan dari kebaikan, maka Allah akan menyempurnakan balasannya, dan kalian tidak akan dizalimi," (QS Al Baqarah: 272).

Dalam ayat lain juga dijelaskan, "Barang siapa yang melakukan amal baik, maka baginya sepuluh kali lipat amalannya..." (QS Al An'am: 160).

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...