Penarik Busur Pertama Dalam Islam, Dapat Jaminan Rasulullah?

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Sosok sahabat yang satu ini memang sangat unik. Ia dikenal sebagai penarik busur pertama dalam Islam dan bahkan dialah orang Islam pertama kali yang terkena panah saat perang.

Ilustrasi Sa'ad bin Abi Waqqash ( Foto @Source )

"Akulah orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah," demikianlah Sa'ad bin Abi Waqqash mengenalkan dirinya. Ia termasuk golongan pertama yang memeluk Islam dan orang pertama yang melepaskan anak panah dari busurnya di jalan Allah.

Sa'ad bin Abi Waqqash juga terkenal karena keberaniannya dalam peperangan membela Agama Allah. Ada dua hal penting yang dikenal orang tentang kepahlawanannya. Pertama, Sa'ad adalah orang yang pertama melepaskan anak panah dalam membela agama Allah dan juga orang yang mula-mula terkena anak panah. Ia hampir selalu menyertai Nabi Saw dalam setiap pertempuran.

Sa'ad dikenal orang karena ia adalah paman Rasulullah Saw dan Rasulullah pun sangat bangga kepada Sa'ad, bangga dengan keberanian dan kekuatan, serta ketulusan iman Sa'ad. Nabi bersabda, "Ini adalah pamanku, perlihatkan kepadaku paman kalian!"

Keislamannya termasuk cepat karena ia mengenal baik pribadi Rasulullah Saw. Mengenal kejujuran dan sifat amanah beliau. Ia sudah sering bertemu Rasulullah sebelum beliau diutus menjadi nabi. Rasulullah juga mengenal Sa'ad dengan baik. Hobinya berperang dan orangnya pemberani. Sa'ad sangat jago memanah dan selalu berlatih sendiri.

DIJAMIN RASULULLAH

Disamping itu Sa'ad adalah satu-satunya orang yang dijamin oleh Rasulullah Saw dengan jaminan kedua orang tua beliau. Dalam Perang Uhud, Rasulullah Saw bersabda, "Panahlah, wahai Sa'ad! Ayah dan ibuku menjadi jaminan bagimu".

Sa'ad bin Abi Waqqash juga dikenal sebagai seorang sahabat yang doanya senantiasa. Dikabulkan Allah. Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, "Ya Allah, kabulkanlah Sa'ad jika dia berdoa".

Selain itu, Sa'ad juga dikenal sebagai anggota pasukan berkuda yang lihai dan gagah berani. Soal memanah, dia adalah nomor satu.

Dalam setiap peperangan, siapapun panglimanya, jia ada Sa'ad di dalamnya, maka pasukan akan merasa tenang. Bukan hanya karena kehebatannya dalam peperangan yang menciutkan hati musuh, tapi juga ketakwaannya yang luhurlah yang menjadi hati sahabat lain menjadi tenang.

Seperti halnya yang terjadi pada saat Perang Qadishiyyah, Amirul mukminin Umar bin Khattab Ra mengangkat Sa'ad sebagai panglima perang untuk melawan adidaya Persia pada saat itu, ketika Sa'ad mengirim utusan untuk berdiplomasi dengan Rustum (panglima Perang Persia) yang akhirnya negosiasi itu berlangsung alot dan muncullah pernyataan dari gelegasi kaum muslimin.

"Sesungguhnya Allah telah memilih kami untuk membebaskan hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dari pemujaan berhala kepada pengabdian kepada Allah, dari kesempitan dunia kepada keluasannya, dan dari kezaliman penguasa kepada keadilan Islam. Maka, siapa yang bersedia menerima itu dari kami, kami terima pula kesediaannya dan kami biarkan mereka, Tapi, siapa yang memerangi kami, kami perangi pula mereka hingga kami mencapai apa yang telah dijanjikan Allah...!"

"Apa yang dijanjikan oleh Allah itu?" tanya Rustum, "Surga bagi kami yang mati syahid dan kemenangan bagi kami yang hidup". Sa'ad pun bangkit dan menggelorakan semangat jihad kaum muslimin. Peperangan pun terjadi. Rustum dan pasukannya menuai kekalahan, Persia yang adidaya itu akhirnya jatuh juga di tangan kaum muslimin.

Saat memasuki usia 80 tahun, ketika ia sakit, ia sudah berpesan agar ia dikafani dengan jubahnya yang digunakan ketika Perang Badar. Dan akhirnya ia pun meninggal dunia pada tahun 55 H dan dimakamkan di pemakaman Baqi', makamnya para syuhada.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...