Nasrudin Mengerjai Orang Serakah

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Suatu hari, Nasrudin memiliki keperluan untuk meminta tanda tangan seorang hakim. Tapi, sang hakim ternyata adalah seorang yang korup dan hanya mau bekerja jika diberi suap. Setiap kali Nasrudin datang, pembantu hakim selalu bilang bahwa sang hakim sedang sibuk. Begitu terus yang terjadi saat Nasrudin balik lagi berkali-kali. Sungguh kesal dan dongkol hati Nasrudin menerima perlakuan itu.

Serakah ( Foto @Source )

Sebenarnya Nasrudin sadar bahwa si hakim sebenarnya akan lebih perhatian pada urusannya asalkan ia membawa sesuatu. Tapi ia menghindari hal itu karena ia berkeyakinan menyuap pejabat negara merupakan hal tidak baik. Tapi lama-kelamaan habis juga kesabaran Nasrudin. Ia pun berpikir untuk mengerjai hakim yang serakah itu.

Di rumahnya Nasrudin mengambil sebuah ember ukuran sedang. Ember itu ia isi dengan tahi sapi sampai 3/4 ember tersebut. Dengan sangat telaten, bagian atas ember tersebut lalu ia isi dengan mentega hingga ember itu tampak seperti berisi mentega seluruhnya. Dengan percaya diri ia lalu membawa ember tersebut ke rumah hakim.

Demi melihat Nasrudin membawa mentega sedemikian banyak, Hakim yang tadinya tak acuh menjadi beda perlakuannya kepada Nasrudin. Si hakim yang biasanya sibuk dan banyak urusan tiba-tiba tidak sibuk dan bersedia menemui Nasrudin. Mata Hakim serakah itu langsung hijau melihat mentega satu ember penuh.

"Hehe... silahkan, silahkan Tuan, apa yang bisa saya bantu untuk Tuan?" ujar Hakim bersikap ramah sambil melirik ke arah ember mentega.

Nasrudin yang senyum-senyum melihat tingkah Hakim lalu menyodorkan kertas surat untuk minta tanda tangan Hakim.

"Tak ada yang penting Tuan Hakim, saya hanya ingin minta tanda tangan Anda untuk mengesahkan surat saya ini," ujar Nasrudin.

"Saya sebenarnya sudah kemari beberapa hari yang lalu, tapi kiranya Tuan Hakim demikian sibuk mengurusi masyarakat hingga tak ada waktu untuk saya," ujar Nasrudin lagi.

"Oh, tidak, janganlah berpikiran terlalu dalam Tuan! Saya hanyalah hakim biasa. Tapi memang saya tak bisa mengabaikan tugas-tugas saya sebagai abdi masyarakat, jadi bagaimanapun saya harus mengerjakannya walau waktu saya habis karenanya," ujar Hakim lagi sambil membubuhkan tanda tangannya.

"Oya, ngomong-ngomong apakah mentega ini untuk saya? Tampaknya lezat sekali," ujar hakim itu lagi sambil mencolek mentega dan memasukkan ke mulutnya. Nampak sekali si hakim puas karena mentega itu demikian lezat.

Melihat itu, Nasrudin berujar,"Iya mentega itu memang untuk Tuan dan mentega itu adalah yang terbaik dan terkenal kelezatannya, tapi sesuai dengan perkataan Tuan tadi, janganlah Tuan hakim "terlalu dalam" dalam memperlakukannya," ujar Nasrudin sambil berlalu dan tersenyum puas karena telah berhasil memberi pelajaran kepada Hakim yang serakah itu.

Suatu ketika, Nasrudin bertemu dengan orang serakah lainnya. Ceritanya terjadi dalam sebuah pesta perkawinan. Seorang di antara tamu tak hanya makan hidangan yang disediakan sebanyak-banyaknya. Ia memasukkan pula makanan ke dalam kantong bajunya yang cukup besar. Sedapat mungkin si tamu memasukkan makanan tersebut untuk ia bawa pulang. Melihat hal yang kurang baik itu, muncul ide di kepala Nasrudin untuk mengerjai si tamu yang rakus tersebut.

Nasrudin mengambil sebuah teko berisi penuh air teh dan diam-diam menghampiri si tamu. Tanpa sepengetahuan si tamu, pelan-pelan Nasrudin menuangkan air teh tersebut ke kantong baju si tamu yang penuh dengan makanan.

Tentu saja setelah air yang masuk ke kantong itu cukup banyak, si tamu tersadar. Ia menengok dan melihat Nasrudin tengah menuangkan air teh ke dalam kantongnya. Kontan saja si tamu yang rakus itu marah besar.

"Hai! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kantongku kau tuang dengan air teh, hah!?" ujar tamu itu dengan berang.

Dengan santai Nasrudin menjawab, "Maaf, sobat, beribu maafku untukmu. Tak ada maksud buruk di hatiku padamu, sobat," ujar Nasrudin sambil tersenyum

"Sedari tadi kulihat kantong bajumu banyak menelan makanan. Tentulah aku menjadi khawatir sekali, jangan-jangan kantongmu menjadi haus karenanya. Itulah yang menyebabkan aku berniat memberi kantongmu minum secukupnya agar ia tak haus lagi," ujar Nasrudin sambil menyungkingkan senyum lucunya.

Related Posts