Nasihat Rasulullah Untuk Menyadarkan Pemalas

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Di Zaman Rasulullah Saw, ada suami-istri rentenir yang pemalas. Sebut saja suaminya bernama Badrus, sedangkan istrinya bernama Sulanah. Namun, akhirnya mereka sadar karena nasihat dari Rasul, dan mereka bertobat karena tak ingin anak mereka mengikuti jejak orang tuanya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Pada suatu hari Sulanah mendatangi tetangga yang bernama Khasanah. Kebetulah Khasanah sedang ditinggal suaminya untuk berjihad. Setelah memberi salam, Sulanah dipersilahkan masuk.

Beberapa saat kemudian Sulanah berkata, "Mengapa suamimu kamu biarkan pergi? Siapa yang akan memberi makan keluargamu?".

Khasanah sebagai istri yang salehah menjawab dengan penuh keimanan. "Setahuku suamiku itu akkaal (orang yang selalu makan) bukan razzaaq (yang selalu memberi rezeki). Jika akkaal telah pergi maka razzaaq masih ada."

Khasanah memberinya keyakinan kepada Sulanah bahwa yang memberinya rezeki itu adalah Allah SWT. Maka jika pun suaminya pergi berjihad, tidak ada keraguan dalam hatinya untuk melepaskan pergi berjuang. Sulanah yang suaminya ada di rumah saja tentu sangat rikuh. Ia menanyakan, "Apakah suami yang berjihad, sama dengan suami yang bekerja mencari nafkah?"

Khasanah menjawab, "Membawa pulang rezeki yang halal, lebih baik dari pada rezeki haram, yang bisa membawa masuk ke neraka."

NASIHAT RASUL

Mendapat jawaban dari Khasanah seperti itu, Sulanah masih penasaran, lalu Sulanah pulang memberi tahu suaminya. Kemudian mereka menemui Rasulullah SAW. Sesampainya di sana, Nabi Muhammad Saw memberi wejangan. Beliau kemudian memberikan empat golongan orang tua, yang berperan dalam menentukan karakter anak-anak mereka dikemudian hati.

Golongan pertama, tipe (pasangan) Nabi Nuh dan istrinya, Dalam tipe ini, sang ayah, adalah seorang yang saleh, sedangkan sang ibu adalah manusia jahat dan kafir. Yang terjadi anak cenderung mengikuti sang ibu. Kan'an, berada di barisan orang-orang kafir, penentang kenabian Nuh, bersama ibunya.

Kedua, tipe Firaun dan istrinya. Sang ayah kafir dan pendosa. Sementara itu sang ibu salihah, Tamaknya anak-anak Firaun lebih condong meneladani perilaku sang ayah, sehingga dari generasi ke generasi, raja-raja penerus Firaun itu tidak berbeda jauh akhlaknya dengan sang ayah kafir dan penentang kenabian.

Ketiga, adalah tipe Ibrahim dan istrinya (Sarah dan Hajar) Sang Ayah saleh dan sang ibu salihah, mukmin sejati. Oleh karena itu, anak-anak mereka mengikuti ayah ataupun ibu. Mereka sama saja. Walhasil dari pasangan inilah lahir manusia-manusia mulia mutiara peradaban, yaitu Ishak dan Ismail.

Keempat, adalah tipe Abu Lahab dan istrinya, Baik si ayah maupun si ibu sama-sama kafir, durjana, pendosa. Keduanya pembenci dakwah menuju Allah SWT. Sehingga Allah mengutuk keduanya sebagai orang celaka. Mereka kelak masuk neraka bersama-sama. Anak-anak mereka tidak berbeda sosoknya menjadi penentang kenabian sehingga tidak layak menjadi teladan bagi orang tua di manapun di dunia ini.

BERTOBAT

Setelah mendapat cerita langsung dari Rasulullah, Badrus dan Sulanah berkeyakinan begitu pentingnya peran orang tua. Keyakinan, seperti inilah yang harus dimiliki oleh setiap manusia, agar dunia ini tegak berdasarkan Islam.

Sepulang dari rumah Rasulullah Saw, Badrus dan Sulanah sadar dan menangis. Ia ingin menjalankan perintah agama dengan benar. Mereka tidak ingin menjadi pemalas lagi, bahkan Badrus tidak akan mau mencari rezeki secara haram, demi menyenangkan hati istri dan keluarganya. Lantas, mereka bercerita dan menyarankan kepada tetangganya, untuk ke rumah Nabi. esok harinya, banyak tetangga Badrus dan juga laskara yang baru saja berjihad di medan laga berkunjung ke rumah Rasulullah termasuk Khasanah.

Rasulullah berkata kepada Khasanah, "Engkaulah wanita yang diceritakan oleh Badrus dan Sulanah kemarin itu?" tanya Rasulullah.

"Betul, ya Rasulullah. Mereka adalah tetanggaku. Suamiku Saad bin Muaz kini pergi berjihad membela panji-panji Islam," jawabnya

Mendengar nama Saad bin Muaz disebut-sebut oleh seorang wanita, maka Rasulullah pun mencari laskar yang baru saja datang. Rasulullah menjabat tangan Saad. Ia merasakan kedua telapak tangannya keras dan kasar. Karena selalu dipergunakan untuk bekerja. Lalu Rasulullah bersabda, "Ini adalah kedua telapak tangan yang dicintai Allah SWT."

Related Posts

loading...