Menutup Telinga Saat Ibu Berbicara, Inilah Akibatnya?

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Dahulu, aku memang anak yang nakal. Aku suka membantah orang tua, dan tindakan ini berlanjut hingga sekarang ketika aku sudah besar. Kata orang-orang, meski sudah besar, kelakuanku masih seperti anak kecil. Biasanya, kalau mendengar nasehat orang tua, aku suka menutup telinga.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Bahkan, aku selalu menutup rapat-rapat telingaku setiap orang tuaku menasehati, hingga ibuku pernah berkata, "Anak kok dinasehati orang tua selalu pura-pura tak mendengar! Selalu menutup telinga! nanti, kalau kamu tak mendengar bener-an gimana?"

Perkataan ibu itu pun sengaja kuabaikan. Bahkan, tidak hanya itu, aku pun selalu menghina temanku dengan kata-kata 'budeg' atau 'tuli' kelau temanku itu tidak nyambung saat diajak bicara. Pada akhirnya, beberapa bulan kemudian (kalau tidak salah waktu itu tanggal 11 Februari 2004), telingaku tiba-tiba budeg seperti ada benda yang masuk ke telingaku.

Sebelum itu, telingaku terasa gatal-gatal. Kucoba menggalinya dengan cotton bud, namun bukan kotorannya yang keluar, tapi malah semakin masuk ke dalam telinga. Akhirnya, aku benar-benar kehilangan pendengaran. Aku benar-benar sedih. Aku pun menangis serata mencari ibuku.

Ketika malam itu kutahu ibuku sedang pergi, aku menangis sejadi-jadinya dan sangat menyesal. Aku merasa seperti hidup sendiri di dunia, padahal saat itu ada adik dan kakakku. Di sekelilingku terasa gelap semua, padahal mataku tidak buta.

Hatiku pun menjerit, "Ibu, di manakah kamu? Cepatlah pulang, Bu! Aku sangat butuh ibu."

Tiba-tiba, aku langsung ingat kepada Allah SWT. dan langsung berwudhu untuk shalat Isya', Aku pun berdoa dan minta pertolongan-Nya.

Esok harinya, aku menceritakan semua yang kualami kepada ibu sambil menangis, menyesal dan sedih. Aku juga cepat-cepat minta maaf kepada ibu akan semua yang telah kuperbuat, atas semua kekhilafan-kekhilafanku kepada ibu. Ibuku pun menghibur seraya menasehatiku, "Sudahlah jangan menangis! Ibu akan mengantarkanmu ke rumah sakit atau dokter THT. Tapi kamu harus janji, kalau dinasehati jangan lagi menutup telinga apalagi pura-pura budeg!"

Beberapa hari kemudian, aku di bawa ke dokter THT dan diperiksa. Ternyata benar, yang menyumbat telingaku hanya kotoran kering saja bukan karena penyakit. Alhamdulillah, akhirnya aku sembuh dan bisa mendengar lagi. Aku senang sekali. Aku langsung berterima kasih kepada Allah SWT dan orang tuaku.

Sesampainya di rumah, aku langsung sujud syukur kepada Allah SWT atas pertolongan-Nya. Dalam hati, aku berjanji tidak akan pernah menutup telinga atau pura-pura budeg lagi bila dinasehati orang tua, bahkan sampai menghina teman dengan kata 'budeg'. Aku tidak pernah lagi melakukan hal itu. Aku benar-benar menyesal dan kapok.

Mudah-mudahan ceritaku ini dapat dijadikan iktibar bagi siapa saja dan dapat diambil hikmahnya.

Related Posts

loading...