Lapang Dada Membawa Lapang Rejeki

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Kira-kira dua tahun yang lalu, tepatnya bulan Agustus tahun 2015, peristiwa ini terjadi. Saat itu, saya baru pulang dari shalat Maghrib di masjid, anak-anak tetangga rumah saya berkata: "Om, Arief jatuh dari pagi." Saya heran mendengarnya padahal sebelum berangkat ke masjid saya lihat Arif, anak saya, dan teman-temannya tidak apa-apa.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Sesampai di rumah, saya langsung ke kamar dan melihat Arief berbaring tanpa bersuara. "Rief, mana yang sakit." Saya hampir menjewer telinganya karena nakal, tapi masya Allah saya melihat tangannya ternyata bengkak. Saya pun langsung memeriksanya dan malam itu juga saya langsung bawa ke tukang urut di kampung.

Setelah diperiksa, tukang urut itu berkata: "Saya tidak bisa mengurut ini, Pak, karena tulangnya patah." Saya kaget setengah mati mendengarnya. Tangan anak saya tidak hanya terkilir seperti perkiraan saya, tapi tulangnya patah.

Setelah saya tanya, ternyata tangan kirinya patah karena didorong oleh temannya sampai jatuh dan tangannya itu untuk menahan badannya. Mendengar pengakuan dan cerita teman-teman lainnya yang melihat kejadian itu, saya sangat geram pada anak yang mendorong anak saya. Kebetulan rumahnya di depan rumah kami, dan saya hampir-hampir ingin melabraknya.

Namun, keesokan harinya, emosi saya mereda. Saya anggap hal anak-anak yang kerap terjadi. Maka saya bawa dia ke tukang patah tulang yang katanya bisa membetulkan tulang yang patah atau meleset, tapi usaha itu tidak berhasil malah tulang tangan kirinya menjadi bengkok.

Hingga satu bulan, anak saya sakit dan dalam keadaan seperti itu. Orang tua dari anak yang mendorong anak saya pun tidak tahu bahwa anaknya telah mematahkan tangan temannya.

Tapi sungguh Allah Maha Tahu. Kami pun mendapat pinjaman dari kantor untuk mengoperasi anak saya itu. Saya langsung membawa anak saya ke rumah sakit ortopedi di Solo untuk menjalani operasi, dan tak disangka biaya operasi itu ternyata gratis karena ada askeskin.

Pada hari ke tujuh di rumah sakit, orang tua dari anak yang mendorong anak saya pun menjenguk di rumah sakit dan mereka baru tahu bahwa itu perbuatan anak mereka. Sifat memaafkan saya ternyata membawa pengaruh besar.

Selain hubungan kami tetap baik, rezeki lain pun berdatangan. Selain biaya gratis, uang pinjaman dari kantor yang saya pinjam tidak perlu dikembalikan lagi tapi diberikan pada anak saya itu. Saya tidak tahu apa jadinya kalau saya melabrak orang tua anak itu dan minta ganti rugi, mungkin hubungan kami putus dan tidak mendapat apa-apa.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...