Karena Kufur Nikmat

Thursday, January 18, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Dulu, aku menganggap Allah tidak adil. Berkali-kali aku merasa frustasi hanya karena keadaan fisikku yang menurutku tidak seperti otang lain. Di usiaku yang ke-20, tinggiku hanya 120 cm dan berat 39 kg, Selain itu, kedua tangan dan kakiku dipenuhi bekas luka, sehingga seorang keponakanku menyebutku sebagai korban peluru nyasar.

Muslimah ( Foto @Source )

Aku ingin seperti perempuan lain dengan postur tubuh yang ideal dan sempurna. Aku ingin kelihatan cantik dengan menggunakan pakaian yang bermacam model. Aku makin putus asa saja, karena setelah kuliah aku coba mencari pekerjaan ke kota lain, hasilnya NIHIL.

Meski perusahaan yang kudatangi bukan hanya satu dua saja, tapi entah berapa banyak, tapi hasilnya tetap sama, dengan alasan yang bermacam-macam. Mungkin karena waktu itu, aku tidak pernah berdoa untuk meminta dimudahkan dalam mencari pekerjaan, sehingga Allah membiarkanku.

Sampai akhirnya, suatu hari di tahun 2005, tepatnya bulan April, aku merasa kedinginan, padahal cuaca saat itu sangat panas dan orang lain justru kegerahan. Aku sendiri heran, tidak tahu apa sebabnya, kupikir aku sakit dan terserang panas dingin biasa. Aku sudah minum obat, tapi tetap saja rasa ingin menjalar disekujur tubuhku, dan aku cuma bisa tertidur di kamar sambil diselimuti berlapis-lapis selimut.

Ketika sedang menggigil kedinginan, aku melihat ibuku mengenakan jilbab dan terbesit di pikiranku untuk mengenakannya. Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung meminjam jilbab ibuku yang sedang dipakainya. Subhanallah!! Seketika dinginku berubah jadi hangat yang sangat nyaman, aku tidak lagi merasa kedinginan, dan bisa ke luar rumah.

Sejak itu, aku putuskan untuk beristiqamah dalam berjilbab. Aku shalat, berdoa dan membaca al-Qur'an. Subhanallah... Alhamdulillah.... Allah Maha Besar, Maha Mendengar dan Maha Adil. Hanya satu bulan sejak aku berjilbab, tepatnya 13 Mei 2005, aku mendapat panggilan kerja dari perusahaan radio di kotaku.

Puji Syukur pula aku panjatkan kepada-Nya, bapakku yang semula tidak mengizinkan aku bekerja, saat itu justru memberiku restu. Dan sekarang, aku bekerja di Perusahaan Radio Swasta sebagai Staff Administrasi.

Ternyata selama ini aku telah kufur nikmat atas apa yang telah diberikan Allah kepadaku. Aku berdoa, Alhamdulillah Allah menegurku dan mudah-mudahan Allah senantiasa bersamaku. Dalam setiap doaku, kupasrahkan segalanya hanya kepada-Nya.