Juara Lomba, Bukti Shalat Sunnah Hajat

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Alhamdulillah, rasa syukur dan kebahagiaan menyelimuti diriku. Saat itu, tepatnya pada tanggal 3 Mei 2008, saya adalah salah satu siswa yang dipilih untuk mewakili sekolah dalam ajang English Fantastic 2008 East Java yang diselenggarakan UNMUM Gresik.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Saya kebagian tema cerita "Beauty and the beast". Karena lomba Story telling ini akan berlangsung seminggu kemudian, aku pun dituntut harus sudah menghafalkan dan paham makna cerita itu. Kala itu, aku tak punya waktu untuk bermain-main karena saya, sebagai siswa SMK, sedang magang di sebuah perusahaan. Sepulang dari tempat magang, aku langsung ke sekolah untuk berlatih. Sejak pagi hingga sore hari, aku selalu tidak berada di rumah.

Waktu lomba semakin dekat. Saat latihan hari ke 3, rasanya waktu berhenti berputar, mulutku terasa membeku, denyut jantung semakin cepat. Ketika guruku memberi tahuku bahwa tema ceirta "Beauty and the beast" tidak boleh karena bukan legeneda.

Aku pun harus membawakan ceirta baru dengan judul "Malin Kundang". Aku sempat mengeluh pada guruku, tetapi guruku menyakinkanku bahwasanya aku mampu. Akupun tidak dapat menolak.

Dalam perjalanan pulang, aku merasa sedih. Wajahku muram, kakiku terasa berat untuk melangkah namun terdengar dari dalam hatiku untuk ingat pada Allah. Seketika itu juga aku girang dan berkata di dalam hati : "Kenapa aku tidak memohon pada Allah saja? Pasti dikabulkan."

Semenjak itulah, aku shalat Hajat. Meskipun berat, namun tetap aku jalani. Aku yakin Allah pasti akan mengabulkan permintaanku. Untuk mendapat ridha Allah, aku bangun pukul 03.00 pagi untuk shalat Tahajud dan Hajat serta berdoa.

Dalam doa, aku memohon pada Allah agar meridhoiku untuk menjadi 5 terbaik di dalam lomba. Ketika hari lomba tiba, bermodalkan tekad dan berpakaian adat Sumatera, kubawakan cerita Malin Kundang dengan maksimal. Meskipun sainganku lebih baik, aku tak gentar. Setelah tampil, aku lega dan hasilnya kuserahkan kepada Allah: "Ya Allah, aku pasrahkan semuanya pada-Mu".

Nah, ketika pengumuman tiba, setelah kira-kira menunggu tiga jam daftar 11 peserta terbaik terpampang, dua terbaik dari bawah kupandang tidak ada namaku. Namun, aku terkejut dan aku tidak menyangka, ternyata, aku mampu meraih terbaik ke lima.

"Ya Allah hamba-Mu semakin yakin akan kebenaran janji-Mu. Ternyata Engkau kabulkan, sehingga tidak meleset sedikitpun. Ya Allah, terima kasih." Semoga sedikit kisah saya ini bisa bermanfaat dan tidak ada sedikitpun maksud riya'.

Ingat usaha yang selalu dibarengi dengan doa dan memohon kepada Sang Maha Kuasa maka hasilnya akan selalu baik.

Related Posts