Hikmah Dari Sebuah Kejujuran

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Saya salah satu mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Sumatera. Saat ini saya sudah di semester A, termasuk mahasiswa biasa-biasa saja, tidak banyak prestasi yang kudapat.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Ibuku hanya seorang guru SMA, ayahku sudah meninggal ketika aku masih duduk di kelas 3SD, pensiunan dari salah satu instansi.

Suatu ketika ada pengumuman bantuan dana prestasi bagi mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu. Di tahun pertama aku kuliah, aku ingin sekali mendapat bantuan dari dana tersebut, namun aku merasa tak layak menerimanya, karena orangtuaku mempunyai penghasilan dan pensiunan.

Tapi aku ingin sekali mempunyai komputer untuk memperlancar tugas kuliahku, namun ibu tak mampu membelinya, karena penghasilan orangtuaku hanya mampu untuk biaya makan sehari-hari dan ongkos kuliah saja, sedang untuk biaya kuliahku, ibu mengambil pinjaman dari koperasi setempat ibu bekerja yang diangsur berkali-kali, terkadang pinjaman pertama belum selesai sudah ditambah dengan pinjaman berikutnya. Jadi keinginan membeli komputer tidak pernah tercapai.

Dengan adanya pengumuman penyaluran dana tersebut, kucoba mengajukan permohonan yang menyatakan bahwa aku adalah mahasiswa kurang mampu. Tapi aku hanya ingin menerangkan bahwa dana kuliahku bersumber dari penghasilan pensiunan ayah saya saja, sedang penghasilan ibuku tidak aku cantumkan.

Formulir yang sudah kuisi lalu aku berikan pada ibu untuk diketahui. Ternyata Ibu tidak setuju dengan kebohongan usulan saya itu. Ibu memintaku untuk menambah keterangan penghasilan ibu yang sebenar-benarnya.

Lalu ibu mengkopikan slip hajinya dan gaji pensiun ayah. Ibu mendidikku untuk menjadi anak yang jujur. Kata ibu, jika Allah akan memberi rezeki dari sini, maka Allah akan memberikan jalan kemudahan.

Dengan berat hati permohonan itu kuajukan. Mulanya aku pesimis sekali, karena teman-temanku yang mengusulkan bantuan tersebut umumnya tidak mencantumkan gaji pokok orangtua secara jujur.

Beberapa hari kemudian aku dipanggil dosen pengurus bantuan dana tersebut, untuk dimintai keterangan yang sebenarnya. Tak kusangka, aku mendapat pujian atas kejujuranku. Alhamdulillah aku akhirnya mendapatkan bantuan dana prestasi.

Kisah ini dikirim oleh sahabat AkuIslam.Id, buat yang mau berkirim kisah bisa melalui email kita ceramahbersama@gmail.com kami akan berupaya untuk mempublish kisah Anda segera.

Related Posts