Gara-Gara Unta Satu Kota Diazab

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Untuk memperebutkan wanita cantik, dua orangdari kaum Tsamud tega membunuh unta Nabi Shaleh AS. Nauzubillah, keduanya pun kena batunya. Mereka mati setelah dihujani batu dari langit.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Kisah tersebut terjadi pada masa Nabi Shaleh AS. Allah SWT mengutus Nabi Saleh untuk meluruskan akidah kaum Tsamud. Namun, hanya sekelompok kecil dari mereka yang menerima dakwah Nabi Shaleh. Sebagian mereka yang taat terdiri dari orang-orang miskin. Sedangkan sebagian besar yang tergolong orang-orang kaya, tetap bersikeras menolak dakwah Nabi Shaleh.

"Wahai Shaleh, kami kira bahwa engkau telah dirasuki setan dan terkena sihir, Engkau telah menjadi sinting dan menderita sakit gila," ejek kaum Tsamud.

Mendapat perlakuan seperti itu, sang Nabi pun berseru, "Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu, bahwa aku tidak mengharapkan sesuatu apa pun darimu, yang aku lakukan semata-mata atas perintah Allah untuk memperbaiki keimanan kaum Tsamud."

UNTA AJAIB

Namun, hal itu tetap tak membuat kaum Tsamud beriman kepada Allah. Salah satu yang membencinya adalah Shaduq binti Imahnya. Ia merupakan janda cantik serta kaya. Kecantikan Shaduq diturunkan kepada anak-anaknya yang menjadi primadona bagi pemuda Tsamud.

Shaduq akhirnya membuat sayembara, bagi siapa saja yang mampu membunuh unta-unta betina milik Nabi Shaleh, maka pria tersebut bisa menikahinya. Unta betina itu sendiri merupakan bukti mukjizat Nabi Shaleh. Unta itu dilahirkan dari celah batu dengan izin Allah. Mukjizat itu membuat banyak kaum Tsamud beriman kepada Allah dan mengikuti dakwah Nabi Shaleh.

Akhirnya, sayembara itu menarik perhatian Musadda bin Muharrij yang dikenal kuat dan kekar serta pemberani. Untuk mendapatkan cinta dari Shaduq, Musadda rela melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta Shaduq. Musadda kemudian mendatangi Shaduq dan menyatakan sanggup memenuhi perintah Shaduq.

"Aku sanggup mewujudkan keinginanmu itu, asal engkau sudi menjadi istriku," kata Musadda.

Janda cantik lagi kaya raya itu juga gembira mendengar kesanggupan Musadda. Ia rela diperistri Musadda jika Musadda berhasil menunaikan tugasnya.

"Aku hanya ingin kepala unta betina itu, buktikan kalau kamu sanggup membunuhnya," kaya Shaduq.

BATU DARI LANGIT

Shaduq juga akan memberikan anak-anak gadisnya kepada siapa saja yang berani membunuh unta betina Nabi Shaleh. Anak-anak gadis itu terkenal cantik-cantik parasnya. Tawaran si ibu tua itu diterima dengan senang hati oleh Gudar bin Salif. Seperti halnya Musadda, Gudar juga terkenal sebagai pemuda kaum Tsamud yang pemberani.

"Baiklah, aku sanggup, asal aku bisa memperistri salah satu dari anakmu," ujar Gudar kepada Shaduq.

"Aku membebaskanmu untuk memilih dari anakku yang kamu sukai, asalkan engkau bisa membuktikan tugasmu kepadaku," jawab Shaduq.

Maka, Musadda dan Gudar menyusun rencana untuk melaksanakan tugasnya. Keduanya dibantu tujuh pemuda kaum Tsamud. Mereka pun berhasil membunuh unta betina Nabi Shaleh. Musadda dan Gudar kembali dengan kepala tegak. Keduanya disambut bak pahlawan kaum Tsamud.

Karena menyelesaikan tugasnya, keduanya dapat menikahi wanita yang dicintainya itu. Keduanya pun kemudian merencanakan tindakan yang lebih berani, yakni membunuh Nabi Shaleh.

Suatu pagi, keduanya berserta tujuh pemuda Tsamud mendatangi rumah Nabi Shaleh. Namun, niat buruk mereka membawa malapetaka. Mendadak dari langit berjatuhan batu-batu besar yang seketika menewaskan Musadda, Gudar, serta tujuh pemuda kaum Tsamud lainnya. Kisah tersebut ditegaskan Alquran, yang artinya, "Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh pada perintah Tuhan." (QS Al A'raaf : 77).

Related Posts