Etika Romantisme Ala Rasulullah

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Rasulullah adalah suami yang romantis, selalu memperlakukan istrinya dengan baik. Saat berhubungan pun dilakukan dengan cara yang baik, santun, dan menghargai pasangannya. Berikut romantisme yang pernah diajarkan Rasulullah SAW.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Biasanya orang akan merasa risih atau malu ketika membahas tentang hubungan suami istri. namun, Rasulullah dengan rinci memberikan contohnya:

BACA BASMALAH

Nabi mencontohkan, sebelum memulai hubungan atau menyenangkan istri hendaknya diawali dengan membaca basmalah, 'bismillahirrahmaanir-rahiim' lalu berdoa: "Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau berikan kepadaku". Dengan berdoa ini, Jika mendapat anak, maka tidak akan diganggu oleh setan".

PAKAI PARFUM

Menggunakan wewangian sangat disukai oleh Rasulullah saat berdekatan dengan istrinya. Tentunya tidak hanya laki-laki saja yang menggunakan wewangian, wanita pun harus menyesuaikannya. Artinya, saat berdekatan dengan pasangan, hindari aroma tubuh yang kurang sedap.

Aisyah berkata, "Sesungguhnya apabila Nabi meminyaki badannya, beliau memulai dari auratnya dan mengolesinya dengan nurah (sejenis bubuk pewangi), dan istrinya meminyaki bagian lain seluruh tubuhnya", (HR Ibnu Majah).

SATU SELIMUT

Hendaknya bagi pasangan suami istri menutupi dirinya dalam satu selimut. hindari bertelanjang. Dalam satu riwayat dijelaskan, dari Atha bin yasar: Sesungguhnya Rasulullah SAW dan Aisyah RA biasa mandi bersama dalam satu bejana. 

Ketika beliau sedang berada dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit. Beliau kemudian bertanya, 'Mengapa engkau bangkit?' Jawabnya, Karena saya haid, wahai Rasulullah. Sabdanya, 'Kalau begitu, pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali kepadaku'. Aku pun masuk, lalu berselimut bersama beliau (HR Said bin Manshur).

MEMBELAI ISTRI

Imam Al Ghazali menjelaskan, saat dalam suasana akan berhubungan, hendaknya diawali dengan kata-kata manis. Mulai bermesra-mesraan dengan pasangan. Rasul juga mengajarkan agar hubungan tersebut dimulai dengan membelai istri dengan lembut. Karena Rasulullah adalah pria romantis, selalu memperlakukan istri-istrinya dengan halus dan lembut.

"Adalah Rasulullah tidaklah setiap hari, melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya", (HR Ahmad).

MENCIUM ISTRI

Rasulullah juga kerap kali mendaratkan ciuman lembut untuk istrinya. Dari Hafshah, putri Umar RA, "Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa," (HR Ahmad).

TIDUR DI PANGKUAN

Perilaku hangat Rasulullah, selalu ditunjukkan kepada istri-istrinya dalam berbagai kesempatan, bahkan ketika haid sekalipun. Rasulullah kerap kali tidur di atas pangkuan istrinya. Dari Aisyah RA, ia berkata, "Nabi biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haid, kemudian beliau membaca Alquran", (HR Abdurrazaq)

SATU GELAS

Untuk menambah suasana romantis, Rasulullah kerap kali melakukan sesuatu bersama dengan istrinya. Salah satunya adalah minum dalam satu gelas yang sama. Aisyah, dia berkata, "Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haid, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya memgambil muk, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya", (HR Abdurrazaq dan Said bin Manshur).

PANGGILAN MESRA

Setiap suami istri disunahkan untuk memiliki panggilan sayang. Seperti Rasulullah yang memiliki panggilan sayang untuk Aisyah, seperti Aisy dan Humaira (pipi merah delima).

MEMBERI HADIAH

Menjaga hubungan yang baik bagi suami istri sangatlah penting, seperti memberikan kejutan-kejutan manis. Dari Ummu Kultsum binti Abu Salamah, ia berkata, "Ketika Nabi menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, "Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadian itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu". Ia (Ummu Kultsum) berkata, "Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah", (HR Ahmad).

MANDI BERSAMA

Bahkan untuk mandi pun, Rasulullah lebih menyukai mandi bersama dengan para Ummul Mukminin yang menerima giliran. Dari Aisyah RA, ia berkata, "Aku biasa mandi bersama dengan Nabi dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana) (HR Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah).

Related Posts