Digigit Anjing Karena Mengintip

Monday, January 15, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Ani adalah tetangga baruku. Katanya dia sangat cantik dan bekerja di toko roti di dekat SMP di desaku. Aku penasaran dengan rupanya, karena meski sudah beberapa kali bertemu, aku cuma melihatnya sekilas. Itu pun jarang. Entah kenapa aku memiliki hasrat untuk melihat wajah cantiknya, apalagi dia seumuran denganku.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Untuk itu, sehabis shalat Jum'at, aku singgah di warung, di samping depan rumah Ani. Aku enggan beranjak dan ingin menunggunya pulang. begitu kulihat dari jauh, hatiku berdebar-debar, berharap Ani mampir ke warung. Mungkin karena Allah mengujiku, Anipun singgah. Aku berusaha menyapanya. Diapun tersenyum manis, membuatku makin berdebar.

Tiba-tiba muncul niat jahatku agar mengikuti ke rumahnya, dengan alasan meminjam CD. Diapun bersedia. Aku pun menawarkan diri untuk mengambil ke rumahnya sendiri supaya tidak merepotkannya. Ketika tiba di rumahnya yang sepi, aku menunggu di luar lantaran dia bilang mau ganti baju dulu, dan lalu baru mencarikan CD.

Sewaktu menunggu tiba-tiba niat yang begitu hina menghampiriku, menyuruhku mendekati jendela kamar Ani yang entah kenapa tiranya sedikit terbuka. Aku tak merasa berdosa saat itu. Akut ak menyadari kalau Allah sangat marah. Aku mengintip apa yang seharusnya tak boleh kulihat.

Tapi, tiba-tiba aku merasa sesuatu menggigit kaki kiriku. Ternyata seekor anjing yang entah berasal dari mana telah melukai kakiku. Akupun mengaduh kesakitan dan berontak sambil memukul anjing itu dengan tanganku. Namun si anjing malah menambah menggigit tanganku. Karena tidak tahan, aku pun lari sekuat tenaga, sampai aku mendobrak pagar dan beberapa paku mengenaiku.

Aku jatuh ke selokan, kakiku terkilir. Akupun menggelesot di tanah, mengaduh kesakitan, sampai aku pingsan. Begitu bangun, aku telah berada di rumah sakit. Kaki dan tanganku diperban. Aku harus dirawat selama 5 hari. Aku mengalami infeksi yang sangat parah hingga meradang dan bengkak. Namun, aku bersyukur, karena kata dokter aku tidak sampai terserang tetanus gila atau rabies.

Aku cuma bisa menangis. Aku merasa sangat bodoh dan hina terbujuk rayuan iblis. Inilah hukuman Allah kepadaku. Aku juga harus menyusahkan kedua orangtuaku yang cuma petani untuk membayar rumah sakit.

Aku telah berbuat dosa. Kini aku sadar, kalau segala perbuatan maksiat seperti pemerkosaan, pelecehan, sepenuhnya bukan salah wanita, tapi pria yang tidak tahan menahan hawa nafsunya yang bejat.

Kisah ini dikirim oleh sahabat AkuIslam.Id, buat yang mau berkirim kisah bisa melalui email kita ceramahbersama@gmail.com kami akan berupaya untuk mempublish kisah Anda segera.