Cara Rasulullah Menyayangi Anak Yatim

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Seluruh umat muslim sangat bergembira ketika Ramadan datang. Begitu pula saat Idul Fitri tiba, Rasulullah begitu sangat menyayangi anak yatim dengan memberikan makan dan menyenangkan hatinya.

Ilustrasi Para Anak-Anak Yatim ( Foto @Source )

Bulan Suci Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Seluruh umat muslim sangat bergembira menyambut kedatangannya bulan penuh ampunan ini. Kegembiraan tersebut harus juga bisa dirasakan oleh anak-anak yatim. Rasulullah mengatakan, "Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di surga seperti ini (Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya)."

Kecintaan Rasulullah terhadap anak yatim pun juga terjadi pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri.

Terpancar rona kegembiraan di wajah umat muslim, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari ke sana ke mari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih.

SAAT IDUL FITRI

Rasulullah Saw lalu bergegas menghampirinya. gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah Saw kemudian meletakkan tangannya dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suara yang lembut, "Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah Hari Raya bukan?"

Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan, ia menjawab sambil bercerita, "Pada Hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ayahku meninggal dalam perjuangannya bersama Rasulullah. Aku telah menjadi seorang anak yatim."

Setelah Rasulullah mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata, "Jangan bersedih, aku adalah bapakmu dan Fatimah adalah saudaramu," jawab beliau sambil mengusap dan mencium kepala anak tersebut dengan penuh cinta.

Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah yang lembut seperti sutera itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan sekaligus uang saku untuk Hari Raya. Lalu ia diantar keluar agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya,

"Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?"

Sambik menunjukkan gaun baru dan uang sakunya, gadis kecil itu menjawab,

"Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah Az Zahra. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia dan bangga memiliki adik, adikku yang menyenangkan bernama Hasan dan Husein.

Related Posts