Cara Bersuci Saat Luka

Tuesday, January 30, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Bersuci dari hadas kecil atau besar biasanya dengan wudu dan mandi. Namun bagaimana ketika ingin menghilangkan salah satu dari kedua hadas tersebut, sementara anggota tubuh ada yang sedang terluka. Bahkan luka tersebut tidak boleh terkena air? Agar tidak salah, berikut cara bersucinya.

Ilustrasi

Nella (22) baru saja mengalami kecelakaan. Selain patah tulang pada tangan kanannya, juga ada luka lecet-lecet. Ketika terkena air terasa sangat pedih, padahal dia ingin menjaga salat lima waktunya. Namun, Nella tidak kuat jika luka-luka tersebut terkena air. 

Rasa pedih yang sangat kerapkali menyiksanya. pertanyaannya, bagaimana cara dia bersuci, terutama wudu menjelang salat. Haruskah luka-luka tersebut terkena air, atau bisa dengan cara lain?

LUKA TERBUKA

Setiap umat Islam diwajibkan untuk menunaikan salat lima waktu. Sebelum mengerjakannya diwajibkan untuk bersuci dari hadas besar dan kecil. Sementara dalam kondisi tertentu, seperti saat sakit atau ada luka di tubuh, kerap kali seseorang kesulitan untuk melakukan bersuci dengan wudu atau mandi.

Namun, jangan khawatir, Islam bukan agama yang menyulitkan. Dalam kondisi khusus seperti yang terjadi pada Nella, ada rukhsa (keringanan) dalam menjalankan ibadah wajib. Ketika seseorang sakit dan kulitnya tidak bisa terkena air, jikapun dipaksa hanya akan memperparah sakit yang diderita, maka cukup baginya untuk bertayamum. Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama.

Sementara untuk kondisi kulit yang terluka dan butuh diperban, di kalangan ulama fikih ada perbedaan pendapat. Menurut Imam Syafi'i, cara bersuci yang bisa dilakukan bisa dengan mengolaborasikan antara wudu dan tayamum. yaitu untuk daerah yang terbungkus, maka cukup dioleskan debu atau tayamum. Sementara untuk daerah yang tidak sakit harus diguyurkan air.

Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, lebih memilih bersuci dengan satu cara saja. Memilih antara wudu dan mandi atau cukup dengan tayamum. Tidak wajib untuk menjadikan satu antara wudu dan tayamum. Cukup memilih salah satunya saja, apakah wudu atau tayamum.

PATAH TULANG

Sedangkan untuk seseorang yang terluka badannya atau patah tulang sehingga harus disemen atau gips, maka bisa dilakukan bersuci dengan cara biasa, yaitu mandi atau wudu. Untuk anggota tubuh yang sehat, maka wajib mengguyurkan air. Sementara untuk anggota tubuh yang sakit atau terbungkus, maka cukup mengusapkan air di atasnya, tanpa harus mengalirkan air. Menurut kesepakatan para ulama, dalam kondisi tersebut, wajib hukumnya untuk mengusap semua permukaan pembungkus luka.

Ketika seseorang yang sakit melakukan cara bersuci seperti di atas, maka salat yang dilakukan sah. Sehingga tidak perlu mengulanginya lagi saat sembuh. Dengan begitu umat Islam akan tetap nyaman beribadah meskipun dalam kondisi tertentu. Semoga penjelasan ini bermanfaat.