Burung Pun Ikut Bernyanyi

Sunday, January 7, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Pada abad ke 6 dan ke 7 tahun Masehi, Jazirah Arab merupakan sebuah kawasan perlintasan perdagangan dalam Jalan Sutera yang menjadikan satu antara Indo Eropa dengan kawasan Asia di bagian timur. Meskipun di sana hanya ada hamparan padang pasir, namun ada banyak oasis yang ditumbuhi tumbuhan yang sangat subur. Saat itu bumi di hiasai bunga warna-warni, burung-burung kecil, lalat-lalat mungil, dan semua jenis buah dan sayuran.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Namun keindahan di setiap bagian bumi yang beraneka warna itu tidak terdapat di berbagai tempat. Malah, banyak peristiwa aneh terjadi di mana-mana, Jazirah Arab di situlah kejadiannya.

Warga Quraisy, adalah sebutan masyarakat di sana. Warga Quraisy terkenal dengan masyarakat yang suka berpuisi. MEreka menjadikan puisi sebagai salah satu hiburan di saat berkumpul di tempat-tempat ramai.

Tapi, pada masa itu, keadaan bangsa Arab berada pada masa Jahiliyah. Apakah mereka tidak berpendidikan? Ternyata tidak, mereka cerdas dan pandai. Tapi disebut Jahiliyah karena mereka melupakan Allah SWT. Padahal semua keindahan alam yang ada adalah ciptaan-Nya.

Masyarakat Quraisy tidak menyembah Allah, tapi malah menyembah bermacam-macam benda. Ada yang menyembah matahari, sebagai yang lain menyembah ternak yang mereka makan. Mereka terbiasa meminta pertolongan pada benda yang berbentuk seperti mainan, yang mereka pahat sendiri dari kayu dan batu. Benda-benda itu disebut berhala.

MENYEMBAH PATUNG

Di seputar Kakbah saja ada sekitar 360 berhala. Namun, sebenarnya Allah-lah yang menciptakan batu, api, dan kayu itu. Dia juga yang menciptakan ternak dan matahari. Allah-lah yang seharusnya mereka sembah.

Masa itu, orang-orang kaya menindas orang-orang miskin. Mereka juga tidak menginginkan anak perempuan, karena perempuan dianggap membawa sial. Orang miskin dipandang rendah. Orangtua diabaikan, sehingga banyak anak yang berani pada orangtuanya.

Orang sakit tidak dirawat. Pokoknya, tidak ada rasa hormat untuk manusia. Tidak seorang pun mematuhi aturan dan perintah yang sudah diterapkan Allah SWT. Yang ada hanyalah kekacauan. Sulit bagi dunia untuk menyambut orang-orang yang tidak mengenal belas kasih dan berperilaku buruk seperti itu di tempatnya yang indah ini.

Sejak Nabi Adam AS, Allah SWT sudah mengutus banyak nabi. Para nabi itu mengajak kaum mereka untuk hanya menyembah Allah SWT, mengikuti jalan yang lurus, berbuat baik, dan selalu jujur. Namun, tidak lama kemudian setan menyesatkan kaum para nabi, membuat mereka lupa akan semua perintah dan larangan yang sudah disampaikan para nabi.

Lima ratus tahun sudah berlalu sejak kedatangan Nabi Isa AS. Dunia sudah siap menerima kedatangan nabi lain untuk menghentikan ketidakadilan, penindasan, dan kekejaman yang terjadi di mana-mana. Nabi itu akan datang dengan membawah kedamaian, keadilan, dan kemakmuran bagi dunia. Itulah detik-detik menjelang kelahiran baginda Nabi Saw.