Buah Berbakti Pada Orang Tua

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Karena baktinya kepada kedua orang tuanya, seorang pemuda dianugerahi keistimewaan oleh Allah untuk hidup dalam sebuah kubah di dasar laut.

Berbakti Kepada Orang Tua ( Foto @Source )

Kisah anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya itu terjadi pada masa Nabi Sulaiman As. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah mendapatkan wahyu dari Allah supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan oleh Allah kepada Nabi Sulaiman.

Keesokan harinya Nabi Sulaiman pun berangkat ke pantai tersebut. Namun setibanya di sana, ia tidak mendapatkan apa yang ada dalam mimpinya. Nabi Sulaiman pun akhirnya memerintah bangsa jin untuk menyelam ke dalam laut, namun mereka juga tidak menemukan apa-apa di sana.

Pada saat itulah perdana menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon izin untuk mencarinya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah dan sangat cantik. Kubah tersebut mempunyai empat penjuru, setiap penjuru mempunyai pintu.

Pintu pertama dibuat dari mutiara, pintu kedua dibuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga dibuat dari zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi peliknya, air tidak masuk ke dalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka luas.

KUBAH EMAS

Asif pun akhirnya membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas kebesaran Allah. Namun, setelah ia melihat-lihat ke dalam kubah tersebut, ia mendapati seorang pemuda yang sedang asyik bermunajat kepada Allah hingga pemuda itu tak sadar kalau kubahnya sudah diangkat ke daratan.

Nabi Sulaiman pun mengucapkan salam dan memperkenalkan dirinya, dan setelah mendapat izin dari pemuda itu, Nabi Sulaiman meninjau ke dalamnya untuk melihat benda yang ajaib yang dihiasi di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan. "Bagaimana kamu bisa berada dalam tempat ini?" tanya Nabi Sulaiman kepada pemuda tadi.

Pemuda itu pun kemudian menceritakan kisah hidupnya. Ia menuturkan bahwa sebelumnya, dia adalah termasuk pemuda yang berkhidmat kepada kedua ibu bapaknya selama 70 tahun. Bapaknya seorang yang lumpuh, sedangkan ibunya seorang yang buta.

Sebelum meninggal dunia, ibunya meridainya dan mendoakan agar anaknya dipanjangkan umur dan senantiasa taat kepada Allah. Demikian juga dengan bapaknya, sebelum meninggal, ia pun juga ridha terhadap pengabdian anaknya dan mendoakannya supaya anaknya diletakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh setan.

DOA ORANG TUA

Doa kedua dua orang tuanya tersebut telah dikabulkan oleh Allah. Sehingga, pada suatu hari, ketika pemuda tersebut berada di tepi pantai, ia melihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung. Setelah mendekatinya, tiba-tiba ada suara yang memintanya untuk masuk ke dalamnya.

Kemudian ia ditemui oleh malaikat yang mengatakan bahwa kubah itu adalah karunia Allah karena pengabdiannya kepada orang tuanya dan pemuda itu boleh tinggal di dalamnya selama dia suka. Segala makan dan minum akan dihidangkan pada saat ia memerlukannya. Sejak itulah pemuda tersebut terus bermunajat kepada Allah.

Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu, "Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini".

"Saya tidak menghitungnya, tetapi saya mulai memasukinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim AS," tutur pemuda tadi.

"Ini artinya kamu telah berada di dalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun," jelas Nabi Sulaiman.

"Hai kaumku, kamu semua telah melihat keajaiban yang dikaruniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa tersiksanya orang yang durhaka kepada kedua ibu bapaknya," ucap Nabi Sulaiman setelah mengembalikan pemuda tadi ke tempat asalnya. Ia pun pulang dan bersyukur kepada Allah Taala karena telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan perkara yang ajaib.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...