Berkat Sedekah, Cerai Nikah Lagi

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Dua tahun Farida Kesuma Dewi merasakan keajaiban sedekah. Ia yang waktu itu berusia 29 tahun akhirnya bisa menikah lagi dengan pria lain setelah dicerai suaminya. Wanita asal Tangerang ini pun sangat mensyukurinya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Awal Februari 2009 lalu, Farida Kesuma Dewi atau yang akrab di panggil Dewi akhirnya menemukan kembali tambatan hatinya. Ia menikah lagi dengan Ade Heriana, seorang duda cerai beranak tiga. padahal April 2008, ia dicerai suaminya.

Kebahagiaan Dewi itu tak lepas dari sedekah dan riyadloh yang dilakukannya setelah mendapatkan tausiyah dari Ustad. "Insya Allah, kami tidak akan gagal untuk yang kedua kali," katanya tersenyum bahagia.

Perceraian Dewi dengan suami pertamanya terjadi pada bulan April 2008. Saat itu di suatu siang ia kaget setengah mati, bagai disambar geledek di siang bolong, tubuhnya kontan lunglai, gelap dan semakin gelap, dan ia merasa terhempas ke pusarannya kala sang suami menceraikannya tanpa ba-bi-bu.

"Pernikahan kami sebenarnya relatif anteng, nyaris tidak ada permasalahan berarti yang dapat merusak rumah tangga kami," warga Cileduk, Tangerang.

BERCERAI

Masih segar dalam ingatannya, pada April tahun 2008 itu suaminya pamit dinas keluar kota selama beberapa pekan. Duh, lamanya. Layaknya pengantin baru, mereka pun bersambung rasa lewat ponsel. Bersalam sapa, saling mengingatkan. Bila pulsa menipis, dilanjut dengan SMS. Awalnya, semua lancar. Kontak Dewi senantiasa lekas berbalas. Tapi beberapa hari kemudian, sang suami mulai sulit dikontak. SMS pun tiada jawaban, Dewi bagai ngomong sama ember.

Walau merasa aneh, Dewi semula mencoba tak su'udzan pada suaminya. "Ah, mungkin dia sedang sangat sibuk, atau di blank spot area. Biarlah, toh kepergiannya kan tugas kantor," batin wanita peranakan Jawa-Padang ini.

Hari demi hari kemudian berlalu tanpa kabar jua dari suami. Rasa tak enak hati Dewi makin kencang. Apalagi ia mulai kebingungan menjawab ihwal suaminya saat ditanya kepala sekolah atau rekan guru di tempatnya mengajar.

Kecurigaan pun bersemai tak terelakkan. Sampailah kemudian, datang sepucuk dokumen melalui jasa pengiriman barang. Yang membuatnya hampir mati penasaran, pengiriman surat itu ternyata suaminya sendiri. Apa isi dan maksudnya? Srett,, Strettt.. bergegas Dewi membuka bungkusan itu, lalu membaca lembar surat di dalamnya. "Hah?!" pekik Dewi sebelum limbung kelantai. Pingsan. Masya Allah, dokumen itu ternyata surat talak dari suaminya.

Tiap hari Dewi menangis, Hingga matanya senantiasa sembab dan cekung kehabisan air mata. Sampai-sampai dia dibawa ibunya konsultasi ke psikiater. Toh setelah itu ia tetap tenggelam di muram durja. Dalam keadaan hidup segan mati tak mau, tatapan Dewi terpaku pada iklan acara "Ihya'us Sunnah" yang bakal di gelar PPPA Daarul Qur'an Wisatahati, di Bulak Santri, Tangerang. Acara ini menawarkan kedamaian dalam dzikir dan persaudaraan. Dewi tertarik mengikutinya. Apalagi lokasinya tak jauh dari rumahnya.

SEDEKAH LAPTOP

Ditemani sang ibu, Dewi larut dalam khusyuk menghidupkan sunah nabawiyah dengan bimbingan Ustad Yusuf Mansur dan konselor Wisatahati. Selama riyadhoh di Bulak Santri, Dewi banyak menyimak tausiyah dari para Ustad Wisatahati. Pesan utamanya adalah sedekah menjadi solusi setiap permasalahan hidup. di acara itu pula, Dewi memperoleh banyak kenalan baru.

Sedekah paling afdhol, begitu kata Ustad, adalah dengan harta yang paling berharga bagi kita, yang paling dicintai. Semakin berat kita melepaskannya untuk disedekahkan, semakin besar ganjaran keikhlasannya.

Penasaran, Dewi mencoba teori tersebut. Sebagai seorang guru, laptop miliknya adalah benda paling berharga. Dan, benar saja, Dewi mesti berkelahi melawan egonya agar rela melepas laptop satu-satunya itu untuk disedekahkan buat kepentingan para Santri Daarul Qur'an. Alhamdulillah, sejak saat itu, sedekah-sedekah yang lainnya Dewi merasa enteng saja menjalaninya. Termasuk sebagian gajinya, walau tak seberapa. Dewi pun melanjutkan Ihya'us Sunnah di rumah dan sekolahan.

Sedekahnya membuahkan ketenangan. Dan pada Agustus 2008, Dewi berkenalan dengan Ade Heriana, duda cerai beranak tiga. Singkat kata, beberapa pekan kemudian keduanya sepakat menikah.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...