Balasan Berlebih Ahli Sedekah

Thursday, January 11, 2018
Assalamualaikum, Jangan lupa selalu Like juga ya fanspage kami (FANSPAGE AKU ISLAM), agar lebih mudah terkoneksi dengan kami tentunya.

Advertisement
AkuIslam.Id - Ny. Yeni merasakan balasan dari sedekah yang nilainya jauh lebih baik dan lebih mahal dari sedekahnya. Ia tak menyangka kala sedekah kain sutranya diganti dengan sutra yang lebih bagus. Meski terkesan remeh, namun ia yakin hal itu merupakan kedahsyatan dari sedekah.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Pada 2001, sebagai seorang anggota DPR, Ny Yeni mendapat undangan semintar di Sumatera Selatan. Karena masih masa nifas dan membawa anak bungsunya yang kala itu baru berusia 35 hari, ia mengajak serta ibunya.

Wuih, bukan kepalang girangnya sang ibu dibawa pelesiran naik pesawat, Seumur-umur, mimpi naik pesawat pun belum pernah. Ketika pergi haji bersama suaminya pada 1972, ia cuma naik kapal laut. Eh, kok tiba-tiba putrinya mengajak terbang. Maka, di pesawat tak henti-hentinya ibunda Yeni bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada anaknya.

"Alhamdulillah, Nak, kesampaian juga ibu naik pesawat," katanya. Yeni yang duduk di sebelahnya tersenyum bahagia.

SEDEKAHI IBU

Tidak lama kemudian mereka tiba di bandara. Panitia menyambut dan mengantarkan mereka ke sebuah penginapan sederhana di kota setempat. Untuk lebih menyenangkan ibunya, Yeni memesankan makanan kesukaan beliau. Lahap nian ibunya makan. Keesokan harinya, saat Yeni berseminar, bundanya menjaga cucu yang masih merah di penginapan.

Seminar berlangsung tak lama. Jeda makan siang, mereka diajak makan di sebuah restoran khas Sumatera Selatan. konon restoran ini dilanggani para pejabat dari pusat. Sebelum diantar kembali ke penginapan, Yeni menerima sebuah bingkisan dari panitia, Ketika di mobil, bungkusan itu diperiksanya, terpesonalah Yeni.

Begitu indahnya kain tersebut, di pesawat pun Yeni terbayang-bayang. Hmm, nanti ia akan menjadi sebuah baju muslimah nan indah, yang khusus dikenakan pada event-event spesial.

Mendadak, lamunan Yeni buyar demi mengingat sang ibu di sampingnya. Hati kecilnya berkata, "Berikan saja pada ibumu, pasti beliau senang."

"Bagaimana ya, bagus banget sih. Ibu kan bisa dibelikan yang lain," bisikan lain merasuki batinnya.

"Sudah, kasih ke ibu saja, kamu kan bisa beli lagi nanti," nuraninya kembali berkata.

Sejenak Yeni terombang-ambing rasa bimbang. Terus terang saja, ia sangat ingin memiliki bahan baju itu untuk dirinya," Ah, sudahlah, biar untuk ibuku saja," nuraninya memenangkan pertarungan batin.

DIBALAS BERLEBIH

Perlahan, Yeni mengeluarkan kain sutra itu dari tasnya. Lalu disodorkannya kepada sang ibu. "Ini oleh-oleh untuk ibu. Semoga Ibu senang," ucap Yeni pelan.

Seakan tak percaya bunda menerima kain sutra nan menawan. Matanya berbinar-binar memandangi putrinya. "Terima kasih, anakku sayang," ujar bundanya.

Sesampainya di Jakarta, Yeni kembali tenggelam dalam seabreg aktivitas dinas. Ia sudah tak ingat lagi tentang kain sutra tadi. Sampai dua hari kemudian, tiba-tiba seorang temannya yang baru kembali dari Malaysia menyampaikan titipan dari temannya yang warga Malaysia.

"Apaan ini?" Yeni penasaran menerima bungkusan dari temannya itu.

"Titipan dari teman Malaysiamu. Aku nggak tahu isinya, buka aja sendiri."

Srettt, srettt, Masya Allah! Begitu bungkusan terkuak, mata Yenis terbelalak. "Subhanallah, bagus banget!" serunya takjub. Temannya pun ikut ternganga memelototi isi bungkusan. Selembar bahan sutra Melayu yang lebih halus dan cantik sekali motifnya.

"Benar-benar Allah Luar biasa," bisik Yeni sambil tercenung.

"Emang kenapa kok jadi bengong begini?" temannya keheranan.

Yeni lalu mengkisahkan tentang selembar kain sutra Sumatera Selatan yang sempat menjadi rebutan suara hatinya. Hanya dalam waktu dua hari, sedekahnya pada sang ibu dibalas dengan sesuatu yang lebih bernilai baginya.