Akibat Sok Kecantikan

Sunday, January 21, 2018
Advertisement
AkuIslam.Id - Kejadian ini terjadi saat usiaku masih sekitar 20 tahun. Aku adalah seorang gadis perlente. Aku palig benci dengan hal-hal jorok, kotor, bau dan lain-lainnya. Begitu juga halnya dengan kebersihan tubuh.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Mulai dari ujung rambut sampai mata kaki, aku selalu berusaha untuk bersih dan waingi. Dari dulu, aku selalu memakai lulur, masker danjamu (ramuan) untuk merawat kulit muka dan tubuhku.

Bahkan banyak teman-teman sekolah dan teman-teman di kampus yang iri dan cemburu melihat kemulusan dan kehalusan kulitku. Dahulu, aku sama sekali tak berjerawat, apalagi punya penyakit kulit seperti gatal, kudis, kurap, panu dan lain-lainnya.

Pada suatu hari, ketika pulang naik angkot, tak sengaja aku bertemu seorang wanita yang dekil sekali, jerawatan, dan di kulit tubuhnya banyak penyakit kutil, seperti penyakit kulit di leher, tangan dan seluruh kakinya.

Dalam hati aku berkata, "Iiiihhhh jorok banget nih cewek!" Sedang dia sendiri seperti tidak merasa minder atau malu dengan hal itu. Namun, orang yang melihatnya merasa tak nyaman dan merasa jijik. Aku memang sombong dan sok sekali hingga hatiku berkata lagi, "Mana mungkin orang seperti aku yang selalu menjaga kebersihan tubuh dengan baik dapat penyakit kulit seperti itu".

Beberapa minggu kemudian, badanku terasa gatal sekali. Wajahku mulai tumbuh jerawat yang tadinya kecil-kecil, perlahan-lahan mulai tumbuh jerawat yang memerah dan besar-besar. Leherku seperti bersisik merah-merah dan terasa gatal sekali. Karena terlalu sering kugaruk, akhirnya meradang dan infeksi, begitu juga dengan kaki kananku.

Beberapa kali aku ke dokter kulit, minum obat, pakai salep merek apapun namun hasilnya tetap nihil, masih saja tetap gatal, perih dan membuat bekas luka yang hitam di leherku. Kata dokter karena alergi terhadap cuaca dan udara (lingkungan).

Akhirnya, aku pasrah. Aku teringat akan sikapku dan mulai introspeksi diri. Aku kembali mengingat dan flashback atas perilakuku yang tidak baik terhadap orang lain.

Ketika sedang menonton teve, tak sengaja aku mendengar ceramah seorang Ustad. Beliau mengatakan bahwa kalau kita sombong dan merasa sok segalanya, Allah akan mengambil nikmat yang pernah dia turunkan untuk kita.

Tiba-tiba aku ingat, kalau aku pernah berkata dalam hati, kalau aku tidak akan pernah terkena yang namanya penyakit kulit, seperti orang yang pernah aku lihat di angkot beberapa waktu yang lalu.

Akhirnya aku berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Aku berdoa dan memasrahkan hanya kepada Allah. Allah yang memberi penyakit dan Allah pulalah yang mengambilnya kembali. Aku taubat dan tidak ingin punya sifat jelek lagi, apalagi merasa sok cantik dan sombong terhadap siapapun.

Suatu hari, teman kampusku memberiku sebuah salep. Alhamdulillah, rasa gatal dan bekas lukanya sedikit demi sedikit berkurang dan hilang. Padahal harganya lebih murah dibandingkan obat yang kubeli dari dokter dan obat-obat lainnya.

"Mungkin ini berkah dari Allah SWT," pikirku. Akhirnya, aku sadar bahwa dalam hidup kita jangan sombong, di atas langit masih ada langit. Mudah-mudahan kisahku ini bisa diambil hikmahnya.