Akibat Berbohong Kepada Keluarga, Mobil Pun Ringsek

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Kejadian ini terjadi pada tahun 1993. Sebelumnya, saya sudah bekerja di kota Metropolitan. Saya pun mulai memiliki penghasilan halal yang lumayan besar.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Saat itu, saya selalu menyisihkan sebagian gaji saya untuk membantu orang tua dan adik-adik saya sekolah di kampung, di Jawa Timur.

Waktu terus berjalan, ada kira-kira tiga tahun lamanya saya telah bekerja di kota. Demi menjaga kesehatan dan nyaman dalam bekerja, saya pun berniat mempunyai mobil, meskipun itu mobil bekas. Namunh, untuk mewujudkan impian tersebut, sepertinya agak susah karena uang saya pas-pasan. Akhirnya, saya putuskan membeli mobil yang murah dan butut.

Karena itulah, saya tetap nekat mewujudkan impian itu dengan cara menghentikan bantuan kepada keluarga saya di Jawa Timur itu. Berbagai macam alasan saya utarakan kepada orang tua saya. Bahkan, ketika orang tua saya minta kiriman uang untuk biaya ujian adik, saya bilang bahwa saya belum bisa kirim dengan berbagai masam alasan.

Padahal, uang saya habis untuk jalan-jalan dan membiayai mobil yang kadang ngadat. Ironisnya, mobil yang saya beli pun tanpa sepengetahuan keluarga di rumah.

Belum genap tiga bulan menikmati enaknya punya mobil, tiba-tiba, suatu hari saat mobil saya parkir di pinggir jalan Casablanca, Jakarta Selatan, mobil saya ditabrak mobil lain. Entah bagaimana ceritanya, saya sendiri kurang tahu persis, hingga mobil saya ringsek di depan belakang dan sudah tidak berbentuk mobil lagi.

Saya langsung istigfar tanpa menyalahkan siapa-siapa. Allah mungkin sedang menghukum saya karena belakangan saya sering berdusta pada keluarga dan orang tua. Sejak kejadian itu, saya langsung cerita pada orang tua dan memohon agar dibukakan pintu maaf yang selama ini sudah banyak berdusta pada mereka.

Sejak saat itu juga, saya kembali bekerja dengan bergelantungan dalam bis kota seperti waktu saya baru mulai bekerja di kota Metropolitan dahulu.

Related Posts