Biawak Pun Mengimani Rasulullah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Di hadapan Rasulullah, seekor biawak hasil buruan seorang badui, dapat berbicara dan menunjukkan keimanannya kepada Allah dan rasul-Nya. Keimanan hewan buruan itu ternyata mengantarkan hidayah bagi pria badui yang telah menangkapnya.
Seekor Biawak ( Foto @Source )
Dari Umar Ibn Khattab RA, pada saat Rasulullah Saw berada di tempat perayaan bersama sahabat-sahabatnya, tiba-tiba datanglah seorang Badui dari Bani Sulaim yang telah berburu biawak dan ingin memakan biawak itu. Orang Badui itu berkata pada salah satu orang yang berkerumum. "Ada acara apa ini?"

Orang yang ditanya itu menjawab, "Ada orang mengaku sebagai seorang nabi."

Pemburu itu lantas mendekati orang yang mengaku nabi, tak lain adalah Rasulullah Muhammad Saw. Setelah mendekati Nai Saw, dia berkata, "Demi Latta dan Uzza, wanita yang banyak bicara lebih aku percaya daripada engkau. Dan aku ingin membunuhmu." 

Umar bin Khattab berkata, "Wahai Rasulullah, biarkanlah aku membunuhnya."

Nabi bersabda, "Wahai Umar, jangan begitu. Biar aku saja yang berbicara dengan dia." Lalu, beliau mendekati orang badui tersebut dan bersabda, "Apa yang mendorongmu mengatakan demikian itu? Kau tak mengatakan suatu kebenaran? Kamu tak memuliakan aku di majelisku ini?"

BIAWAK BERBICARA

Dia berkata, "Demi Latta dan Uzza, aku tak akan beriman padamu, atau biawak ini beriman padamu." Dia mengeluarkan biawak tersebut dari karungnya dan meletakkan di hadapan Rasulullah Saw.

Nabi Saw bersabda, "Wahai biawak?"

Biawak tersebut menjawab dengan bahasa Arab jelas dan bisa disimak oleh seluruh orang yang hadir di tempat itu. Kemudian Nabi Muhammad Saw bertanya, "Siapakah yang engkau sembah, wahai biawak?"

Biawak menjawab, "Dzat yang arsy-Nya berada di langit, kerajaan-Nya di bumi, jalan-Nya berada di laut, rahmat-Nya berada di surga, dan siksa-Nya berada di neraka."

Beliau bertanya, "Siapakah aku, wahai biawak?"

Binatang itu menjawab, "Utusan Allah Tuhan Semesta Alam dan penutup para Nabi. Sungguh beruntung orang yang membenarkanmu dan sungguh rugi orang yang mendustaimu."

TURUNNYA HIDAYAH

Lantas, Badui tersebut berkata, "Aku tak akan mengikuti jejak setelah ini. Demi Allah, aku telah mendatangimu. Sedangkan tak ada di atas muka bumi yang lebih aku benci daripada kamu. Dan sesungguhnya pada hari ini kamu lebih aku cintai daripada kedua orang tuaku. Sesungguhnya aku mencintaimu dengan luarku dan dalamku. Aku bersaksi, tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Engkau adalah utusan Allah."

Rasulullah Saw bersabda, "Segala puji bagi Allah yang telah memberimu hidayah karenaku. Sesungguhnya agama ini unggul dan tak ada yang mengunggulinya. Ia tak diterima kecuali dengan shalat dan shalat tak diterima kecuali dengan Alquran."

Orang Badui itu berkata, "Ajarilah aku."

Nabi Saw bersabda, "Qul huwallahu ahad (Surat Al Ikhlas) sampai habis. Wahai orang Badui, sesungguhnya ini adalah firman Allah, bukan syair. Sesungguhnya jika kamu baca surat Al Ikhlas sampai habis sekali saja, maka kamu akan dapat pahala seperti pahala orang baca sepertiga Alquran. Dan jika kau bacanya tiga kali, maka kamu akan dapat pahala seperti pahala orang baca seluruh Alquran."

Kemudian Rasulullah Saw bertanya padanya, "Apakah kau mempunyai harta?"

Dia menjawab, "Aku tidak punya. Dan aku orang fakir."

Rasulullah Saw bersabda pada para sahabatnya. "Berikanlah dia."

Abdurrahman ibn 'Auf berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku punya seekor unta bunting Engkau memberi padaku pada saat Perang Tabuk. Aku akan menggunakannya buat mendekatkan diri pada Allah Azza wa Jalla dan akan aku berikan pada si Badui."

Rasulullah Saw bersabda, "Kau telah memberikan untamu, maka aku akan memberikan apa yang akan engkau dapatkan di sisi Allah SWT pada hari kiamat."

Baca Juga Yang Lainnya: