Siksa Kubur Karena Meninggalkan Shalat

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Nikmat kubur dan siksa kubur merupakan sebuah kebenaran. Seperti yang dialami oleh seorang pemuda karena sering meninggalkan shalat semasa hidupnya. Di dalam kubur, jenazahnya disiksa malaikat. Kafannya dibakar dan dagingnya dirobek-robek malaikat.

Menggali Kubur Tengah Malam ( Foto @U-Report )

Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz tengah mengurus jenazah salah seorang kerabatnya. Setelah dimandikan, dikafani dan dishalati, jenazah itu kemudian dibawa ke pemakaman umum. Tak terlalu memakan waktu banyak, jenazah pemuda itu telah selesai dikuburkan dan orang-orang pun meninggalkan makam tersebut.

Begitu juga yang dilakukan Umar. Namun, begitu beberapa langkah meninggalkan makam itu, tiba-tiba Umar mendengar suara yang datang dari makam baru itu. Umar menduga suara itu datangnya dari malaikat yang bertugas di alam kubur.

"Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini?" kata suara itu.

"Tentu, ceritakanlah kepadaku," jawab Umar penasaran.

"Aku bakar kain kafannya, kurobek badannya, dan kusedot darahnya, serta ku kunyah dagingnya, Maukah kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya?" ujar suara dari dalam kubur dengan suara agak keras.

DISIKSA MALAIKAT

Mendapat jawaban dari suara itu Umar heran. "Lalu, apa yang terjadi pada anggota badannya?" tanya Umar lagi.

"Aku cabut dagingnya satu persatu dari telapak tangannya, lalu dari tangan ke tangannya, lalu dari tangan lengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu, ku cabut pula lutut dari pahanya dan paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya," kata suara itu menyeramkan.

"Ceritakanlah kepadaku, apa yang dilakukan jenazah itu di dunia sehingga ia mendapatkan siksa kubur itu?" kata Umar sekali lagi.

"Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan. Pemuda ini larut dalam kenikmatan dunia yang semu sehingga melupakan Allah SWT, pemuda ini telah lalai dengan shalat," ujar suara yang diduga dari Malaikat Munkar dan Nakir itu.

ALAM KUBUR

Umar menangis dengan penuturan suara itu. Ia banyak merenung dan mengimbau orang-orang yang masih hidup untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, diantaranya melaksanakan shalat, puasa dan sebagainya. Umar semakin giat mengingatkan kepada umat Islam tentang hakikat kesenangan dunia yang kadang menipu.

"Celakalah jenazah yang tertipu oleh dunia, di dalam kubur tidak ada perbedaan siang atau malam, tertutup kesempatan beramal, mereka berpisah dengan kekasih dan keluarga. Istri-istrinya dinikahi orang lain. Anak-anaknya bebas bermain. Kerabatnya sibuk membagi-bagi rumah dan harta tinggalannya. Karenanya tingkatkan ibadah kepada Allah SWT," demikian salah satu dakwah Umar mengingatkan siksa kubur.

Selain rajin mengingatkan umat Islam lainnya, Umar juga banyak membuat syair tentang alam kubur. Salah satu syairnya berbunyi, "Wahai yang menjadi penghuni kubur esok hari, bagaimana dunia bisa menipumu? Di mana kafanmu. di mana minyak (wewangian untuk orang mati)-mu, dan di mana dupamu? Bagaimana nanti ketika kamu telah berada dalam pelukan bumi. Celakalah kamu, dari bagian tubuh yang mana pertama kali cacing tanah itu melumatku? Celakalah aku, dalam keadaan bagaimana aku kelak bertemu dengan malaikat maut, saat ruhku meninggalkan dunia? Keputusan apakah yang diturunkan oleh Rabbku?"

Bila membaca syair itu, Umar akan terus menangis seolah telah merasakan kepahitan dari siksa kubur itu. Namun tak lama kemudian, akhirnya Umar meninggal dunia. Ia meninggal dunia dalam keadaan penuh tobat kepada Allah.