Semua Karena Allah - Aku Islam

Post Top Ad

Semua Karena Allah

Semua Karena Allah

Share This
Advertisement
Lulus SMA, aku bertekad merantau ke Malaysia. Siapa tahu bisa mengeluarkan kedua orangtua dan adikku dari kemiskinan. Sayang tidak semudah yang kubayangkan. Aku belum berpengalaman dan tidak punya surat izin/paspor. Lalu, dengan gampang aku diboyong ke penjara.

Ilustrasi ( Foto @Source )
Pilu hatiku bukan main. Namun aku tidak boleh putus asa. Aku harus kuat atas cobaan yang diberikan Allah ini. Di sela tangisku, aku berwudhu walau cuma tayamum. Diiringi derai air mata itulah aku shalat dan berdoa kepada Allah, memohon perlindungan, jalan terbaik serta jalan keluar.

Usai shalat, aku dipanggil menghadap komandan. Bukan main takutnya aku. Tubuhku yang tadinya dingin semakin menggigil.

"Cik, bisa mengaji dan shalat?" tanya komandan setelah aku sudah duduk di kursi yang tak jauh darinya. "Insya Allah bisa, Pak," jawabku terbata-bata. 

Komandan itu tersenyum-senyum, disusul para polisi lainnya, "Kalau begitu, Cik boleh shalat Ashar berjamaah nanti, sekarang Cik mandi, pakai pakaian ini, juga peci ini. Kamu tunggu Cik di sini," ucap Komandan sambil menyodorkan pakaian untuk shalat kepadaku.

Akupun beranjak mengikuti perintahnya. Ternyata para polisi itu memperhatikan tingkahku, Setelah siap, kudekati mereka. Kami bersama-sama menuju masjid.

"Kami ingin Cik yang adzan!" pinta komandan. Dengan senang hati aku turuti perintahnya, karena akupun tidak merasa keberatan. Sebab aku memang dekat dengan lingkungan Islami.

Usai shalat, aku disuruh komandan untuk duduk di dekat mereka. "Cik tidak keberatan menjadi guru mengaji di sini, di rumah tahanan ini?" ucap komandan tiba-tiba. 

Mendengarnya aku sangat senang. Kutatap satu-persatu yang duduk di depanku. "Jangan takut, kamu aman di sini. Kami akan membayar gajimu bila kamu setuju, dan Cik akan kami bebaskan," sambungnya.

Bukan main gembira hatiku. Aku langsung sujud syukur kepada Allah. Ternyata Allah mendengar doaku dan mengabulkan pintaku. Setelah itu, kusalami dan ciumi satu persatu tangan para polisi itu. Aku bebas, aku tidak di tahan lagi, dan aku sudah menjadi guru di penjara tersebut.

Aku mengajarkan para tawanan dan para polisi untuk bisa mengaji atau membaca al-Qur'an dan shalat.

Perlahan tapi pasti, kini kehidupanku dan kedua orangtuaku sudah tidak tergolong miskin lagi, tidak miskin harta, juga tidak miskin ilmu. Alhamdulillah, aku sudah bisa membiayai kedua orangtuaku untuk berangkat haji, dan adikku bisa sekolah tinggi. Ini semua berkat Allah, atas izin Allah. Tiada henti aku bersyukur, kami sekeluarga terselamatkan dari jurang kemiskinan dan keterbelakangan.
Advertisement

Post Bottom Ad

Pages