Pelajaran Untuk Komandan

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Abu Nawas pernah ditangkap karena dianggap telah berani membohongi komandan kerajaan. Namun ketika diserahkan kepada panglima kerajaan untuk diadili, Abu Nawas malah dibebaskan dan panglima itu minta maaf. Abu Nawas pun memberikan pelajaran kepada komandan yang menangkapnya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Pada suatu sore Abu Nawas tengah duduk santai di teras rumahnya. Namun beberapa saat kemudian datang seorang komandan dan beberapa prajurit. Komandan itu bertanya kepada Abu Nawas, "Menurut pendapatmu, di mana aku bisa menemukan tempat untuk bersenang-senang di sekitar sini?"

"Kalau tidak salah di sebelah sana," tunjuk Abu Nawas.

"Di mana tempat itu?" tanya seorang prajurit yang masih berada di atas kuda dengan sikap yang agak sombong.

"Pergilah ke arah sana, Lurus terus tanpa belok. Kau akan mendapati tempat untuk bersenang-senang." jelas Abu Nawas.

DITANGKAP

Rombongan prajurit itu pun berangkat menuju tempat yang ditunjuk oleh Abu Nawas. Setelah beberapa saat, kagetlah mereka semua, ternyata tempat yang mereka cari tak ditemukan kecuali sebuah komplek kuburan yang luas. Tentu saja mereka sangat geram. Segera pasukan berkuda itu kembali ke tempat Abu Nawas.

"Hai anak muda, keluarlah kau. Kenapa kau berani membohongi kami, siapakah engkau?" tanya komandan dengan muka masam.

"Aku adalah 'Abdi'," jawab Abu Nawas tenang.

"Prajurit tangkap dia," seru komandan.

Bergegas dua orang prajurit menangkap Abu Nawas dan menyeretnya ke perkemahan mereka. Rupanya Abu Nawas hendak dihadapkan pada pimpinan mereka.

"Panglima, kami telah menangkap seorang pembohong yang telah berani membohongi pasukan kerajaan. Alangkah lancangnya orang ini karena sudah berani berbohong?" jelas komandan pada panglima.

Panglima bersikap biasa dan dia bahkan memerintahkan kepada para prajurit untuk melepaskan borgol Abu Nawas. Kemudian panglima pun mendekati Abu Nawas.

"Tuan, Abu, maafkan perbuatan anak buahku di sini," kata panglima dengan santun.

Lelaki gagah itu memang sudah kenal dekat dengan Abu Nawas karena khalifah sering mengundang Abu Nawas ke istana. Betapa terkejutnya komandan dan para prajurit yang bersamanya. Sikap sombong mereka berganti rasa takut.

"Kebohongan apa yang mereka sangka kepada tuan Abu?" tanya panglima dengan sangat santun.

"Mereka memintaku untuk menunjukan di mana tempat bersenang-senang. Tentu saja aku tunjukan kuburan, sebab tempat itu lebih baik bagi orang-orang yang taat pada Allah. Di sana dia akan mendapatkan hidangan dari Allah, terbebas dari fitnah, dan kejahatan manusia serta makhluk lainnya," Jawab Abu Nawas dengan tenang.

MINTA MAAF

"Kenapa tuan tidak berterus terang kepada kami kalau tuan adalah Abu Nawas? sehingga kami tidak menangkap tuan?" tanya komandan dengan santun dan agak takut.

"Apakah aku berkata bohong? Bukankah aku berkata jujur kepada kalian bahwa aku seorang 'Abdi', Setiap orang adalah Abdi Allah, termasuk kalian semua," jawab Abu Nawas membela diri.

Sang komandan dan anak buahnya jadi malu. Akhirnya panglima meminta maaf atas perbuatan anak buahnya.