Muslimah Teladan, Keberaniannya Dipuji Rasul

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ummu Umarah dan anaknya kompak berjihad di jalan Allah. Meski terlahir sebagai perempuan, namun kemahirannya dalam berperang tidak diragukan lagi. Bahkan Rasulullah Saw secara langsung memuji keberaniannya.

Ilustrasi ( Foto @Source )

Ummu Umarah merupakan salah satu muslimah teladan. Ia begitu total mewujudkan keimanannya kepada Allah SWT. Bukan hanya garta, nyawa pun ia rela korbankan demi tegaknya agama Islam.

Ketika tumbuh menjadi dewasa, Ummu Umarah dipersunting oleh Zaid bin Ashim. Dari pernikahan itu dikaruniai dua orang putra, Abdullah dan Habib. Namun suami Ummu Umarah tak berumur panjang, Zaid meninggal dunia. 

Kemudian Ummu Umarah menikah lagi dengan Ghaziyah bin 'Amr. Dari pernikahan mereka lahir Tamim dan Khaulah.

Suatu hari Ummu Umarah menyambut datangnya seruan Rasulullah Saw dengan memeluk Islam. Setelah keislamannya itu, Allah menganugerahkan banyak kemuliaan padanya. Dia termasuk salah satu wanita yang hadir pada Malam 'Aqabah dan berbaiat kepada Rasulullah.

Medan Uhud, Hudaibiyah, Khaibar, 'Umratul Qadla', Hunain tak lepas dari sejarah perjalanan hidupnya bersama Rasulullah Saw. Bahkan, semasa pemerintahan Abu Bakar Ash Shiddiq dia turut terjun memerangi Musailamah Al Kadzdzab dalam Perang Yamamah.

TURUT BERPERANG

Kisah mengesankan terjadi dalam medan pertempuran Uhud, tatkala Ummu Umarah ikut berperang bersama kedua putranya, Abdullah dan Habib. Dengan membawa tempat air minum untuk memberi minum pasukan yang terluka.

Pertempuran berlangsung dahsyat. Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasulullah hanya dibentengi beberapa sahabat saja. Di saat yang genting itu, Ummu Umarah terjun langsung dalam peperangan dengan pedangnya. Bersama dua putranya, Ummu Umarah mendekati Rasulullah Saw dan melindungi beliau dengan segenap kemampuan.

Di tengah berkecamuknya perang, putra Ummu Umarah, Abdullah bin Zaid terluka di lengan kirinya karena ditebas oleh seseorang yang sangat cepat datangnya dan berlalu begitu saja. Darah pun mengucur tak henti. Melihat itu, Rasulullah Saw berkata, "Balutlah luka anakmu!" Ummu Umarah pun datang membalut dan mengikat luka putranya, sementara Rasulullah Saw berdiri mengawasi.

Usai mengikat luka, Ummu Umarah berkata pada putranya, "Bangkitlah! Perangilah orang-orang itu!" Mendengar ucapannya, Rasulullah Saw mengatakan, "Siapa yang mampu melakukan seperti yang kaulakukan, wahai Ummu Umarah?"

TANGAN TERPOTONG

Kemudian Rasulullah Saw memberitahukan orang yang telah melukai Abdullah. Ummu Umarah segera menghadang orang itu dan menebas betisnya hingga terjatuh. Rasulullah Saw tersenyum menyaksikan keberanian Ummu Umarah hingga tampak gigi geraham beliau. Ummu Umarah pun menebasnya bertubi-tubi hingga orang itu mati.

"Segala puji milik Allah yang telah menolongmu serta menyenangkan hatimu dengan keadaan musuhmu dan memperlihatkan pembalasan itu di depan matamu," begitu puji Rasul.

Setelah wafatnya Rasulullah, Ummu Umarah ikut berperang bersama Abu Bakar Ash Shiddiq dalam memerangi nabi palsu bernama Musailamah Al-Kadzdzab. Perang itu dinamakan perang Yamamah.

Ummu Umarah pun turut serta dalam pasukan itu. Di perang itulah tangan Ummu Umarah terpotong dan menderita sebelas luka lainnya. Di perang itu juga Ummu Umarah kehilangan putranya, Habib bin Zaid. Namun demikian Ummu Umarah berhasil mengalahkan Musailamah Al-Kadzdzab. Dengan luka di sekujur tubuhnya, akhirnya Ummu Umarah meninggal dunia tak lama kemudian.