Makna Mencintai Rasulullah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Gema Shalat membahana di majelis-majelis taklim dan masjid-masjid, menyambut momen kelahiran peringatan kelahiran Rasulullah Saw. Pertanyaannya, bagaimana hakikat mencintai beliau?

Bershalawat

Kelahiran manusia pilihan, nabi dan rasul terakhir Muhammad Saw kini selalu diperingati setiap umat Islam setiap tahunnya, yakni tahun dimana Raja Abrahah menyerang Kakbah untuk merobohkannya tetapi kemudian gagal total karena mendapat serangan dari burung Ababil, Rasulullah Saw dilahirkan Gema maulid pun menggema, menyenandungkan shalawat kepada beliau Saw.

Tentu maksud mencintai Nabi tersebut tidak sekedar ada dalam bibir saja, melainkan ditunjukkan dalam praktik. Orang yang mencintai secara sejati, akan rela untuk berkorban demi yang dicintainya, meskipun harus melakukan hal yang sebelumnya tidak disukai. Namun, kalau memang sungguh-sungguh cinta, maka segala suatu akan terasa indah.

IKUTI AJARANNYA

Lantas apa yang harus kita lakukan dalam menyambut hari jadi Nabi Muhammad sebagai wujud dari kecintaan dan rasa syukur kita tersebut? Jawabannya sudah barang pasti tidak melakukan hal-hal yang justru menyimpang dari ajaran Nabi sendiri. Artinya, akan lebih bagus manakala kita mau melakukan sesuatu yang menjadi perintah Tuhan dan juga Nabi.

Salah satu perintah Tuhan kepada orang-orang beriman ialah membaca shalawat dan salam kepada Nabi. Akan terpuji ketika dalam bulan kelahiran Nabi kita lebih memperbanyak bacaan shalawat tersebut, tidak saja di dalam shalat yang memang menjadi sebuah kewajiban, melainkan juga di luar shalat.

Kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat lingkungan pesantren ialah membaca sejarah Nabi dan memperbanyak shalawat pada hari-hari menjelang maulid Nabi, yakni dimulai tanggal 1 hingga tanggal 12 sebagai puncaknya.

Memang pembacaan shalawat tidak tertentu pada saat bulan Maulid saja, atau bahkan bukan saja diperintahkan pada saat menjalankan ibadah shalat semata, melainkan secara umum, baik dalam kondisi senang maupun sedih, dalam keadaan lapan maupun sempit.

Pendeknya perintah membaca shalawat tersebut disampaikan secara umum sehingga berlaku sepanjang masa dan keadaan. Artinya, sebagai orang beriman, seharusnya kita memang terus memperbanyak membaca shalawat setiap harinya, terutama pada sehabis menjalankan ibadah shalat.

INDAHNYA SHALAWAT

Barangkali ada yang belum dapat merasakan betapa nikmatnya membaca shalawat. Sudah banyak orang beriman yang dapat menikmati dan merasakan betapa membaca shalawat tersebut sangat membantu menciptakan ketenangan dan kedamaian dalam hati dan pikiran.

Oleh karena itu alangkah indahnya seandainya seluruh umat beriman kemudian melantunkan shalawat dengan khusyuk dan mereka dapat memetik manfaatnya.