Ini Dia Tanggung Jawab Pria, Di Balik Mahar Seperangkat Alat Shalat - Aku Islam

Post Top Ad

Ini Dia Tanggung Jawab Pria, Di Balik Mahar Seperangkat Alat Shalat

Ini Dia Tanggung Jawab Pria, Di Balik Mahar Seperangkat Alat Shalat

Share This
Advertisement
“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4)”

“Saya terima nikah dan juga kawinnya Nabila binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an dibayar tunai!”
Maka dibali Seperangkat alat shalat sebagai mahar ( Foto @Source )
Kerap sekali kita mendengar kata-kata ini saat menghadiri akad nikah seseorang. Untuk yang beragama Islam kita kerap mendengar dan melihat mas kawin yang kebanyakan adalah peralatan alat sholat dan juga Al Qur'an. Terlebih di negara yang mayoritas Islam ini, tidak aneh rasanya jika seorang muslim menyertakan dua mas kawin tersebut pada akad nikahnya.

Akan tetapi begitu disayangkan, usai akad nikah selesai, perlengkapan sholat yang dijadikan sebagai mahar itu justru malah terbungkus rapi di dalam lemari dan tidak pernah disentuh sama sekali.

Tidak jaug berbeda dengan Al-Qur'an yang di masukan juga dalam mas kawin juga tersimpan rapi pada rak buku dan nyaris berdebu. Dua barang yang dijadikan sebuah keniscayaan pada mas kawin itu hanyalah menjadi sebuah pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna yang spesial dibali pemberian perlengkapan alat sholat dan juga mushaf Al-Qur'an itu sebagai sebuah mahar.

Dikala seorang pria sudah mengucapkan ikrar "Saya terima niklah dan juga kawinnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur'an," maka ada 'Beban' baru yang siap untuk dipikulnya.

Beban itu merupakan sebuah kewajiban bagi suami untuk mengajarkan sholat kepada istri yang disimboli dengan pemberian seperangkat alat sholat. Suami juga memiliki kewajiban untuk menjaga sholat istrinya dengan tidak berhenti mengingatkannya. Karena sholat merupakan amalam pertama kali yang nantinya akan dihisab di Yaumul hisab kelak.

Begitu juga dengan mas kawin berupa mushaf Al-Qur'an. Mungkin untuk beberapa orang dua mahar ini dianggap sebagai sebuah mahar yang murah meriah dan mudah untuk didapatkan di negara yang mayoritas Islam ini.

Akan tetapi sebenarnya mahar mushaf Al-Qur'an merupakan mahar yang paling mahal yang diberikan oleh suami kepada istrinya. Mengapa begitu? Karena dengan memberikan mushaf Al-Qur'an, berarti suami wajib untuk selalu mengajarkan kepada istrinya semua isi yang ada di Al-Qur'an yang sudah diberikan kepada istri mulai dari Surat Al-Fatihah sampai dengan surat An-Naas.

Suami mempunyai kewajiban untuk membangun sebuah rumah tangga yang harmonis dan mengantarkan istri kepada akhlaqul qur'an. Dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan berumahtangganya. Bagaimana begitu mahal sekali bukan mahar yang satu ini?

Dan sangat disayangkan jika setelah akad mahar-mahar itu hanya dijadikan sebagai sebuah pajangan semata dan tidak dipergunakan sama sekali.
Advertisement

Post Bottom Ad

Pages