Pengakuan Iblis Kepada Nabi Isa

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Pada suatu hari, iblis menemui Nabi Isa dan mencoba memperdaya Nabi Isa, namun tentu rencana iblis tak berhasil. Pada kesempatan itu pula, Nabi Isa menanyakan beberapa hal kepada si iblis. dari dialog tersebut, Nabi Isa pun tahu kelak umatnya akan disesatkan dan dibujuk iblis untuk menyembah kepadanya, bukan kepada Allah.

Ilustrasi Iblis ( Foto @Source )

Ketika usia Nabi Isa menginjak 30 tahun, Nabi Isa As sering pergi ke luar rumah untuk mengasingkan diri dari keramaian, membersihkan nurani, dan mencari pencerahan jiwa. Ketika menuju ke Bukit Zaitun, Nabi Isa jatuh terduduk di dekat sebuah batu besar. Tiba-tiba, ada yang datang menghampiri Nabi Isa. Makhluk tersebut menawari Nabi Isa untuk menjadikan batu besar di sampingnya itu menjadi makanan.

"Aku mampu menjadikan batu besar itu menjadi roti, niscaya kamu tidak akan kelaparan," kata iblis yang menyamar tersebut.

"Aku tidak akan meminta pertolongan kepadamu. Kebesaran Tuhan hanya ada pada Allah," kata Nabi Isa mantap.

Karena tak berhasil membujuk Nabi Isa, si iblis pun kemudian pergi. Setelah kepergian iblis itu, Nabi Isa mengucapkan syukur kepada Allah karena telah ditetapkan imannya sehingga tak terperdaya oleh bujuk rayu iblis. Ketika berada di Bukit Zaitun, Nabi Isa bersujud dan bersyukur karena selamat dari godaan iblis. Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril mendatanginya, lalu menyampaikan tugas kenabian dan kerasulannya.

DIJADIKAN TUHAN

Pada kesempatan pertama, iblis memang belum berhasil memperdaya Nabi Isa. Namun ternyata iblis mempunyai rencana lain. Suatu saat iblis membawa Nabi Isa ke atas Baitullah di Yerusalem. "Wahai kekasih Allah, jika engkau ingin dakwahmu mudah diterima orang-orang, maka mintalah engkau kepada Tuhanmu untuk dijatuhkan dari tempat tinggi itu, maka Allah akan mengutus malaikat untuk melindungimu dari cedera," bujuk sang iblis.

Nabi Isa yang mengerti maksud jahat dari iblis itu tak menuruti permintaannya. "Wahai laknatullah, aku tahu jika engkau sedang membujukku, banyak orang yang hanya senang melihat mukjizatku, tapi sedikit yang akan beriman kepada Allah," terang Nabi Isa As.

Dari riwayat lain dijelaskan, dari Ibnu Abbas berkata bahwa iblis pernah bertemu dengan Nabi Isa di pintu Baitul Maqdis (Palestina). "Wahai makhluk terlaknat, ceritakan kepadaku apa yang kamu perbuat terhadap umat Nabi Musa?" tanya Nabi Isa As.

"Wanita Yahudi aku jadikan menguasai mereka," jawab iblis.

"Kemudian apa yang akan kamu perbuat terhadap umatku?" tanya lagi Nabi Isa.

"Mereka saya perintah agar menjadikan kamu sebagai Tuhan," jawab iblis.

"Lantas apa yang kamu lakukan terhadap umat Muhammad Saw?" tanya Nabi Isa lagi.

"Saya tidak mampu menggoda mereka, akan tetapi mereka saya rayu senang terhadap uang, dinar, dan dirham, sehingga itu lebih mereka senangi dari pada lafaz 'La ilaha illallah'," jelas iblis.

Pada akhir dialog, Nabi Isa melihat punggung iblis tercabik-cabik dan terputus-putus. "Lalu kenapa punggungmu mengalami hal seperti itu?" tanya Nabi Isa terheran.

"Adapun sesuatu yang dapat membuat punggungku terputus adalah seorang hamba yang shalat sunah di rumahnya baik sendiri atau dengan berjamaah dan yang membuat badanku hancur adalah suara kuda perang di jalan Allah," pungkas iblis.

Mengetahui trik iblis dalam menggoda umatnya, Nabi Isa As dengan tegas menyatakan bahwa dirinya bukanlah Tuhan yang disembah. Beliau hanya seorang nabi dan rasul yang juga menyembah Allah SWT.