Sejarah Ka'bah - Aku Islam

Post Top Ad

Sejarah Ka'bah

Sejarah Ka'bah

Share This
Advertisement
Siapa yang membangun Ka'bah pertama kali? Dalam buku pintar haji dan Umrah, H.M. Iwan Gayo menulis bahwa Ka'bah dibangun pertama kali oleh malaikat. Ka'bah merupakan bangunan pertama di atas bumi untuk tempat ibadah. Dalam al-Qur'an Allah berfirman "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia." (QS Ali 'Imran (3): 96).

Sejarah Mengenai Ka'bah ( Foto @Source )

Ka'bah disebut juga Baitullah atau Baitul 'Atiq. Seiring dengan perjalanan waktu, bangunan Ka'bah direkonstruksi beberapa kali. Pembangunan (kembali) yang pertama dilakukan Nabi Adam setelah diturunkan dari surga. Setelah itu, karena badai topan yang mengakibatkan Ka'bah rusak. Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Ismail untuk memperbaiki Ka'bah.

Pembangunan Ka'bah kembali dilakukan pada masa Rasulullah berusia (sekitar) 30 tahun. Setelahs elesai diperbaiki, ternyata empat suku Quraish yang jadi penanggung jawab Ka'bah ribut lantaran merasa berhak untuk memasang hajar aswad. Untung, Muhammad bisa menjadi penengah.

Suku Quraisy ternyata tidak mempunyai dana cukup untuk memperbaiki Ka'bah (karena harus didapat dari uang yang halal), sehingga pembangunan Ka'bah itu hanya pada dinding, tidak termasuk fondasi Ka'bah sebagaimana dibangun Nabi Ibrahim sehingga bentuk Ka'bah berubah menjadi kubus (cubic) atau tidak persegi empat (square) sebagaimana sebelumnya.

Bagian luar yang sekarang disebut Hateem itu dibangun setelah masa kerasulan Muhammad berakhir. Hateem dibangun oleh Abdullah ibn az-Zubayr. Lalu, terjadi perang dan tentara Syria menghancurkan Ka'bah pada Muharram 64 Hijriah, dan sebelum masuk musim haji, Abdullah ibn az-Zubayr membangun ulang Ka'bah dari dasar.

Tahun 74 Hijriah (693 M) penguasa Al Hajjaj bin Yusuf al Thaqafi dengan persetujuan Khalifah Bani Umayyah Abdul Malik bin Marwan, menghancurkan apa yang dibangun Ibnu Zubair lantas mengembalikan ke fondasi milik Quraisy. Struktur bekas zaman Abdul Malik bin Marwan itu bertahan hingga 966 tahun hanya dengan perbaikan kecil di sana sini.

Pada 1039 Hijriah, setelah banjir besar dan longsoran batu bukit, dua dari dinding Ka'bah retak. Akibat banjir berlangsung lama, air tergenang mencapai setengah dari tinggi Ka'bah (sekitar 10 kaki dari lantai dasar). Bahkan, dinding barat dan timur runtuh. Ketika banjir surut, pembersihan dilakukan dan Ka'bah kembali dibangun sebagaimana Abdullah ibn az-Zubayr membangun dengan empat pilar. Seluruh dinding dihancurkan kecuali dinding yang ditempatkannya Hajar Aswad.

Pada 2 Zulhijjah 1040 H, pembangunan Ka'bah di bawah petunjuk Sultan Murad Khan, Khalifah Ottoman mengikuti konstruksi Ibnu Zubair sebelumnya. Lalu rekonstruksi besar-besaran dilakukan pada bulan Mei 1996 hingga Oktober 1996 oleh King Fahd bin Abdul Aziz, setelah 400 tahun direnovasi Sultan Murad Khan. 

Selama pembangunan ini, bagian yang masih asli dari bangunan Ka'bah adalah batu hitam (Hajar Aswad) semua material lain sudah diganti termasuk langit-langit dan atap kayu. Demikianlah sekelumit sejarah tentang Ka'bah.
Advertisement

Post Bottom Ad

Pages