Menakhlukkan Singa Dengan Doa

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Uqbah bin Nafi' Al-Fahdi adalah seorang panglima perang pada masa Khalifah Muawiyah. Ia mendapat tugas membangun hutan menjadi kota. Padahal hutan tersebut banyak binatang buas. Namun, setelah dia melaksanakan shalat, singa dan kawannya yang menghadang menjadi tunduk kepadanya.

Pada suatu hari, Khalifah Muawiyah mempunyai keinginan untuk menaklukkan Kota Koiruwan. Sebuah kota kecil yang berada di pinggiran Afrika. Tujuan Muawiyah menguasau kota tersebut untuk merebut sumber daya alam yang telah dikuasai oleh kaum kafir.

Singa Buas 

Padahal sumber daya itu biasa dimanfaatkan oleh penduduk setempat yang beragama Islam. Akhirnya, Muawiyah memanggil Uqbah bin Nafi' untuk menakhlukkan kota tersebut dan membangunnya. Setelah menerima perintah itu, Uqbah segera mempersiapkan semua kebutuhan yang mendukung misinya.

Keesokan harinya, dengan ditemani oleh segenap bala tentara, Uqbah meninggalkan kota untuk melaksanakan misi tersebut.

Berhari-hari lamanya Uqbah dan pasukannya melewati padang pasir, gurun, gunung dan lautan. Hingga pada akhirnya, ia pun berhasil memasuki kota Koiruwan yang dikuasai oleh kaum kafir.

SERANGAN KAUM KAFIR

Merasa terancam dengan Uqbah dan pasukannya, kaum kafird melakukan penyerangan. Peperangan pun tak terhindarkan, dengan segala kekuatan dan tenaga pasukan muslim pun berusaha merebut kota Koiruwan.

Saat itu pasukan muslim jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan pasukan kafir. Namun, dengan kekuasaan Allah, pasukan muslim berhasil menaklukan Kota Koiruwan. Kemenangan Uqbah dan pasukannya disambut gembira oleh penduduk pribumi, hingga mengadakan sebuah pesta kecil-kecilan. Saat itulah Uqbah menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Muawiyah melalui utusan.

Muawiyah sangat gembira menerima berita itu. Dia mengirim pasukan tambahan untuk membantu Uqbah membangun Kota Koiruwan. Sementara Uqbah mulai merancang pembangunan Kota Koiruwan.

Kala itu, tempat yang akan dibangun masih berupa hutan belantara yang berisi semak dan pepohonan besar yang dihuni oleh berbagai binatang buas. Seperti ular berbisa dan berbagai jenis hewan buas. 

Awalnya penduduk menolak untuk melakukan pembangunan di hutan tersebut, namun Uqbah meyakinkan mereka. 

"Dengan kekuasaan Allah, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini dengan izin Allah," ucap Uqbah dengan tegas.

KEPUNGAN SINGA

Lalu Uqbah memimpin pasukan dan penduduk setempat untuk membuka hutan. secara perlahan Uqbah pun mulai menyusuri hutan, Semak belukar, sarang laba-laba dan suara raungan binatang buas pun mulai terlihat dan terdengar keras mengiringi perjalanan mereka.

Setelah memasuki bagian dalam hutan, Uqbah dan rombongannya merasa kelelahan dan istirahat. Mereka mencari tempat yang sekiranya bisa dijadikan untuk bersandar. Namun, tidak lama kemudian, salah satu pasukan berteriak minta tolong, karena dikejar oleh beberapa singa.

Spontan, Uqbah yang tertidur langsung terbangundan menghampiri asal suara tersebut.

Melihat ancaman binatang buas ini, Uqbah mendekatinya, namum bukannya lari, binatang buas ini semakin bertambah. Mulai harimau, ular, singa dan binatangbuas lainnya yang mengepung pasukan Uqbah. 

Seluruh anak buah Uqbah ketakutan dan berlari. Namun, tidak halnya dengan Uqbah, dengan penuh keberanian dan rasa tawakal kepada Allah. Ia pun berdiri melakukan shalat dua rakaat dan mengangkat kedua tangannya menghadap Allah seraya memanjatkan doa untuk memohon perlindungan kepada-Nya.

Subhanallah, binatang buas yang hendak menerkam mereka tiba-tiba berkumpul dihadapan Uqbah. Dengan sedikit isyarat tangan darinya seluruh binatang buas itu, seketika meninggalkan Uqbah. Setelah kejadian itu, Uqbah dan pasukannya pun akhirnya dengan leluasa dan aman melanjutkan pembangunan hutan tersebut untuk dijadikan sebuah kota.