Lumpuh Usai Kalahkan Kasus Pelecehan Seksual - Aku Islam

Post Top Ad

Lumpuh Usai Kalahkan Kasus Pelecehan Seksual

Lumpuh Usai Kalahkan Kasus Pelecehan Seksual

Share This
Advertisement
"Takutlah engkau akan doa yang teraniaya. (Sebab) antara doa orang yang teraniaya dan Allah itu tidak ada penghalang." (Sabda Nabi Saw).

Hukum dunia bisa saja dibeli dan dimenangkan siapa pun. Terutama bagi mereka yang memiliki kekuasaan dan uang. Fakta dan kebenaran boleh jadi diputarbalikan. Yang benar menjadi salah dan yang salah seolah kebenaran. Namun pengadilan Allah adalah kekal dan tak terkalahkan. Hingga pada saatnya nanti, di Hari Perhitungan kelak, tak seorang pun bisa berkelit.

Dalam beberapa hal, pembuktian bersalah dari Sang Pencipta bagi si pembuat fitnah bahkan sudah ditampakan sejak masih di dunia. Salah satu peristiwa nyata adalah pada kisah berikut. 

Persidangan ( Foto @Source )

LUMPUH DALAM SEKEJAP

Suasana persidangan hari itu benar-benar menyedot perhatian banyak orang. Karena kabarnya, hari itu akan dibacakan putusan hakim atas kasus perkosaan dan pelecehan seksual seorang pengusaha terkenal dan cukup berkuasa ketika itu.

Banyak orang ingin tahu hasil akhirnya. Baik dari pihak korban yang dianiaya maupun dari pendukung si pengusaha x yang menjadi tersangka pelaku pelecehan dan pemerkosaan. Semua tumpah ruah. Namun tentu saja jumlah pendukung si pengusaha x jauh lebih banyak dari simpatisan korban.

Malah ada selentingan kabar, bahwa kedatangan mereka sebenarnya untuk merayakan kemenangan si pengusaha x. Seakan-akan, vonis bebas sudah diketahui lebih dulu oleh kubu si pengusaha x.

Sumber Gambar ( Foto @Source )

"Dengan ini terdakwa kami nyatakan bebas dari segala dakwaan dan tuduhan...." terdengar suara hakim membacakan keputusan sidang sambil mengetuk palu tanda dinyatakan sahnya perkara yang dibacakan.

"Yes...yes....yes..," teriak pengusaha x sambil bangkit dari kursi pesakitannya dengan kepalan tangan ke atas. Raut kemenangan begitu tergambar jelas di wajahnya yang jumawa.

Sementara, wanita muda nan lugu, yang selama ini dinyatakan sebagai korban, lemas lunglai. Matanya nanar. terlihat jelas batapa ia terluka dan kecewa akan keputusan itu.

Tapi belum lagi si pengusaha x melangkahkan kaki menghampiri rekanan dan keluarganya yang datang bergamburan menyongsong, ia tiba-tiba mati rasa. Sekujur badannya nampak sangat kaku tak bergerak. Lumpuh. Tanpa ampun, pengusaha x pun jatuh tersungkur.

"Bregghhh" kursi pesakitan terdorong beberapa langkah begitu tubuh pengusaha x membenturnya.

Kontak saja suasana persidangan yang penuh sesak makin dijejali orang-orang yang terkejut dengan kejadian itu. Semua orang berebut ingin melihat si pengusaha yang baru tersungkur tiba-tiba. Entah karena merasa terlalu bahagia karena kasusnya dimenangkan, atau memang karena sebelumnya ia telah mengidap penyakit yang rentan stroke sehingga keputusan sidang membuatnya shock

Padahal sebelumnya, selama kasus berjalan di persidangan, si pengusaha x sehat-sehat saja. Tampangnya yang perlente malah justru nampak selalu fit dan bugar. Sehingga tak ada yang menyangka ia bakal lumpuh tiba-tiba.

Tim dokter yangs egera didatangkan ke lokasi kejadian langsung menggotong tubuh x yang kaku keluar dari ruang persidangan. Sementara para pendukungnya, keluarga dan rekananya bubar keluar juga mengikuti.

Tinggalah korban dan rekan-rekannya yang masih tersisa di luar sidang. Dengan buliran air mata yang begitu deras membanjiri pipi, mereka saling berpelukan. Air mata haru adalah ungkapan kesedihan karena kasus itu dimenangkan pengusaha x. 

Namun sedih juga terpancar jelas kala melihat pengusaha x tersungkur. Mungkinkah itu karma akibat perbuatannya dan ganjaran atas usaha memanipulasi kebenaran hukum?

PELECEHAN SEKSUAL

Aksi bejat pengusaha x pada korban xx sebetulnya bukanlah peristiwa baru. Sebelumnya, sudah ada beberapa kabar yang beredar bahwa pengusaha x kerapkali melakukan pelecehan seksual pada bawahannya. Tapi kasus itu tak pernah berlangsung lama. Begitu cepat tercium namun cepat pula terbang tertiup angin isu lainnya.

Sumber Gambar ( Foto @Source )

Karena itulah nama baik pengusaha x selalu terjaga. Di mata rekanan dan kerabatnya, pengusaha x adalah figur yang hangat dan berwibawa. Sehingga tak ada yang menyangka kalau ia melakukan perbuatan haram tersebut.

Namun kenyataan memang tak selalu harus sejalan dengan harapan. Pengusaha x nyatanya memang kerap melakukan pelecehan seksual, terutama pada para karyawatinya. Tak peduli si bawahannya itu cantik atau tertubuh menarik.

Sebut saja R. wanita yang sudah lama bekerja di perusahaan pengusaha x mengaku pernah mengalami pelecehan seksual. Suatu hari, tanpa ada alasan jelas ia dipanggil menghadap ke ruangan pengusaha x. Alih-alih di tawarkan naik gaji, ia malah dipaksa melakukan tindakan seksual demia memenuhi nafsu si pengusaha.

Tentu saja R menolak. Tapi pengusaha x tak mau begitu saja melepas R. Dalam keadaan tak berdaya dan penuh tekanan, R terus dipaksa melakukan perbuatan asusila.

Lain R lain pula dengan Wt. Pegawai rendahan di perusahaan pengusaha x itu malah sudah berbadan dua. Ia mengaku bahwa pengusaha x lah yang menghamilinya. Sekali waktu ia nekat menemui pengusaha x untuk minta pertanggungjawaban. Namun pengusaha x malah mengusirnya dari ruangan. ia bahkan mengancam akan menganiaya Wt jika kabar kehamilannya disebarluaskan ke banyak pihak.

Kendati kasus pelecehan dan perkosaan sering dilakukan pengusaha x muncul dan tenggelam silih berganti, namun tak seorang pun berani mengungkapnya. Karena pengusaha x punya semacam 'tim khusus' yang selalu siap menutupi kabar buruk tentang dirinya. Upaya tersebut harus dilakukan mengingat sangat memungkinkan ada pihak-pihak tertentu, terutama lawan bisnis, yang akan menjatuhkannya.

Tidak itu saja, pengusaha x bahkan punya akses yang sangat mudah di beberapa instansi pemerintahan. Maklum, dengan namanya yang dikenal luas dan pengaruh kekuasaannya mampu meluaskan jaringan ke banyak pihak-pihak penting dan berpengaruh. Dengan beberapa alasan tersebutlah kasus-kasus pengusaha x tidak pernah sampai ke kepolisian apalagi pengadilan.

Hingga pada akhirnya, saat pelecehan seksual menimpa korban xx, terkuaklah aksi bejat si pengusaha. Hal itu dilakukannya karena memang tak ada pilihan. Setelah pengusaha x berhasil merampas kesuciannya, ia malah justru diancam akan di-PHK. Ia juga sering mendapat teror intimidasi. Jika korban xx sampai berani membocorkan aksi bejat pengusaha x, nyawa korban xx akan melayang.

Namun korban xx nekat melaporkan peristiwa yang menimpanya ke kepolisian. Ia sudah tak peduli akan nasib yang akan menimpanya kelak. Bahkan sekalipun ia harus meregang nyawa atau dijebloskan ke penjara karena kenekatannya.

BERLANGSUNG LAMA

Begitu laporan korban xx sampai di kepolisian, banyak media memburu berita ini. Maklum, sudah cukup lama sepak terjang si pengusaha di jadar bisnis cukup diperhitungkan banyak kalangan. Popularitas diri karena keberhasilannya membuat banyak kalangan ingin mengenal sosok pengusaha x.

Sumber Gambar ( Foto @Source )

Tak heran jika media senantiasa tertarik untuk menguntit segala hal yang berkaitan dengan strategi bisnis, sampai pada ranah kehidupan pribadi. Maka ketika kasus ini terkuat, media massa pun mengekspos habis-habisan.

Upaya korban xx menyeret pengusaha x ke meja hijau rupanya cukup membuat pengusaha x terkejut bukan main. Ia tidak menyangka kalau bawahannya itu berani mengambil langkah terlalu jauh. Namun untuk hal itu ia tidak tinggal diam. Sebagai orang berpengaruh, ia tak mau nama baiknya tercoreng. Pengusaha x segera menyiapkan sejumlah pengacara andal untuk membelanya di persidangan kelak.

Sebelum kasus tersebut sampai ke sana, bahkan pengusaha x dan tim pengacaranya berusaha mengcounter isu tersebut dengan memutarbalikan fakta. Mereka berupaya membangun opini publik seakan-akan pengusaha x adalah korban yang sesungguhnya, sementara korban xx adalah pelaku kejahatan yang sengaja akan menjatuhkan nama baiknya.

Namun apapun alasan dan tudingan yang dilancarkan pengusaha x dan timnya, toh kasus tersebut akhirnya sampai juga di persidangan. Beberapa kali persidangan digelar. Banyak yang memprediksikan kasus tersebut akan tuntas dengan segera. Melihat begitu kuatnya pengusaha x membangun opini publlik dan usaha-usaha pendekatan pada hakim dan jaksa.

Di luar dugaan, setiap persidangan digelar seringkali berlangsung alot. Kendati korban xx tak memiliki tim pengacara andal, namun kehadiran tim advokasi dari Lembaga bantuan Hukum (LBH) yang mendampinginya menghadapi kasus ini cukup membuat pihak lawan kerepotan.

Tak ayal kondisi tersebut membuat persidangan menjadi berlarut-larut. Hingga tanpa terawa waktu persidangan pun hampir berlangsung mencapai tiga tahunan. Sampai akhirnya kasus itu pun dimenangkan pengusaha x. Meskipun masyarakat pun tak tahu bahwa si pengusaha telah memutarbalikan fakta.

Anggapan bahwa hukum jarang memihak kepada si lemah dan menjjadi korban seakan sudah menjadi pengetahuan umum. Bahkan hingga detik ini pun masih berlaku.

DOA TERANIAYA

Yang dialami korban xx pastinya hanya potret kecil dari angka pelecehan seksual yang sering dilakukan pihak-pihak berkuasa. Terutama dalam kaitannya hubungan majikan-buruh ataupun atasan-bawahan. Sebagai orang yang dipekerjakan, orang yang mempekerjakan seringkali bertindak semena-mena. Menganggap bahwa orang suruhan tak ubahnya budak yang bisa diperlakukan semaunya. Termasuk merampas hak dan kebebasan mereka.

Sumber Gambar ( Foto @Source )

Sejatinya justru hal ini telah diwanti-wanti Rasulullah agar siapa pun mampu menghindari praktek penganiayaan. "Takutlah engkau akan doa orang yang teraniaya (sebab) antara doa orang yang teraniata dan Allah itu tidak ada penghalang." (sabda Nabi Saw).

Pengusaha x bahkan telah melakukan kebohongan dan fitnah besar untuk menutupi keburukan dirinya. Dan Langkah pengusaha x merupakan cerminan bagi para pelaku dosa besar, yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya di hari kiamat nanti.

"Maukah kalian aku beritahu tentang dosa yang paling besar?' Para sahabat menjawab, 'tentu wahai Rasulullah." Beliau bersabda, 'Syirik kepada Allah, durhakan kepada orangtua, dan kesaksian palsu atau dusta."
Advertisement

Post Bottom Ad

Pages