Algojo Penentu Ibu Bayi

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Abu Nawas memang selalu memiliki cara untuk memecahkan masalah. Begitu juga saat ada dua orang ibu yang merebutkan seorang bayi, Abu Nawas memerintahkan seorang algojo untuk menentukan siapa ibu yang sebenarnya.

Suatu saat Baginda Raja Harun Arrasyid dibuat bingung oleh pengakuan dua orang ibu yang memperebutkan seorang bayi. Keduanya sama-sama bersikukuh, bahwa ia merupakan ibu yang sebenarnya dari bayi itu.

Bayi Lucu ( Foto @U-Report )

Langkah sang Raja yang menyidangkan sengketa itu juga buntu. Meski harus dipaksa bersumpah, kedua ibu itu nyaris baku hantam untuk mengakui bayi yang diperebutkan itu.

"Coba sebutkan ciri-ciri khusus dari bayi ini," terang Raja Harun Arrasyid.

"Di tangan kirinya terdapat tahi lalat sebesar mata ayam," kata wanita yang pertama.

"Coba periksa di pantat bayi itu, pasti juga terdapat tahi lalat," ujar wanita yang kedua.

BEREBUT BAYI

Setelah diperiksa, pernyataan kedua wanita itu sama-sama benarnya. Sehingga sang Raja kesulitan menyelesaikan sengketa itu. Karena kasus berlarut-larut, maka Raja memanggil Abu Nawas. Ia berharap kecerdikan otak Abu Nawas bisa menyelesiakan sengketa itu.

Keesokan harinya Abu Nawas datang ke persidangan dengan seorang algojo yang tubuhnya kekar. Algojo itu membawa sebuah pedang yang terlihat sangat tajam.

Setelah gagal mendamaikan dua wanita itu, Abu Nawas menempatkan bayi itu di atas sebuah meja. Lalu dipanggillah Algojo itu untuk bersiap-siap membelah bayi itu.

"Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?" kata kedua wanita itu saling memandang heran.

"Sekali lagi, sebelum saya mengambil tindakan khusus, apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?" tanya Abu Nawas.

"Tidak, bayi itu adalah anakku," tutur kedua wanita itu serentak.

"Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh menginginkan bayi ini dan tidak ada yang mau mengalah, maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata," ancam Abu Nawas.

Wanita yang pertama girang bukan kepalang, sedangkan wanita kedua menjerit-jerit histeris.

"Baiklah, saya rasa itu keputusan yang adil," kata wanita pertama.

"Tolong jangan dibelah bayi itu, biarlah aku yang mengalah asal bayiku jangan dibunuh," ucap Wanita kedua.

AKAL CERDIK

Abu Nawas tersenyum lega, Sekarang ia telah tahu siapa yang berbohong diantara kedua wanita itu. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsung menyerahkan kepada wanita kedua.

"Ini memang bayimu, tidak ada ibu yang tega melihat anaknya di bunuh," kata Abu Nawas meyakinkan.

Mengetahui kedoknya terbongkar, wanita pertama hanya terdiam malu. Abu Nawas lantas meminta agar wanita pertama itu dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas. Sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasihat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. Ia lebih senang menjadi rakyat biasa.