Wanita Penghibur, Diazab Susah Sekarat

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Santi menggunakan sepatuh hidupnya untuk meladeni pria hidung belang. karena menjadi wanita penghibur inilah banyak warga yang kesal lantaran Santi sering menggoda suami orang lain. Di akhir hidupnya, Santi kesakitan menghadapi sakaratul maut.

Akhir hidup Susanti (bukan nama sebenarnya) disingggung warga meninggal su'ul khatimah. Perempuan asal Jawa Tengah yang tinggal di Surabaya, itu diduga tetangga sekitarnya selalu melakukan perbuatan penuh dosa. Berikut ini beberapa cerita mengenai kematian mengerikan Susanti, yang dituturkan beberapa tetangganya.

Ilustrasi

Beberapa tetangga ada yang tidak mau menuturkan kisahnya akan tetapi ada juga beberapa yang berterus terang. Junah, salah satu tetangganya berkisah, meninggalnya Susanti hingga kini masih menjadi buah bibir warga sekitar. Banyak kejanggalan yang terjadi saat Susanti sakaratul maut. Menurut Junah, yang paling mengerikan yakni jasad Susanti gosong seperti terbakar.

"Nauzubillahiminzalik, bukan bermaksud menjelekkan, tapi itulah faktanya." getar bibir Junah sambil memegangi dadanya.

Junah sendiri merasa ngeri jika harus bercerita mengenai sosok Susanti. Menurut dia, Santi, panggilan akbrannya, tak bisa menjaga kehormatannya dengan baik. Banyak pekerjaan halal yang bisa dijalani, namun ia memilih jalan sesat.

WANITA PENGGODA

Hampir sepuluh tahun lamanya ia bekerja sebagai wanita penghibur di warung pangku. Yang dikeluhkan warga, ungkap Junah, Santi ini sering menggoda suami tetangganya sendiri. Kisah hidupnya berubah sejak ditinggal suaminya pergi dengan perempuan lain.

Ia hidup sendiri dengan anaknya. Pernah Santi mengalami keguguran. Awal pernikahan dengan suaminya pun tidak diawali dengan hal yang baik. Ia hamil di luar nikah.

"Warga sini sudah tahu gelagatnya," urai Junah.

Lebih lanjut Junah bercerita, sejak dulu keluarga Susanti terkenal sebagai wanita penghibur. Ibunya sendiri terkenal sebagai perempuan perebut suami orang. Banyak sekali masyarakat sekitar yang tidak senang dengan kehadirannya.

Dalam bersosialisasi pun ia berbeda dengan kebanyakan perempuan kampung yang berpenampilan sederhana dan berbusana sopan. Ibu Susanti maupun Susanti sendiri selalu berpakaian seksi dan berdandan menor yang mengundang syahwat.

Tidak jarang jika ia lewat, banyak mata laki-laki melihat dan menggodanya. "Sudah banyak suami yang tergoda. "Sudah banyak suami yang tergoda. Gara-gara dia, sering banget warga sini bertengkar sama suaminya sendiri." terang Junah.

Ajeng (nama sebenarnya) tetangga lainnya, menganggap, aktivitas Santi selama hidup juga berbeda dengan perempuan di desanya. Ia tidak pernah ikut pengajian atau arisan dengan ibu-ibu rumahnya. Setiap malam usai bakda magrib ia berangkat bekerja.

Saat subuh menjelang, saat orang-orang pergi ke musala untuk salat subuh, ia baru pulang. "Pagi pasti masih tutupan rumahnya. Nanti habis magrib dengan pakaian seksy Santi berangkat kerja sampai pagi. Dan ini bukan lagi rahasia, semua orang tahu," ujar Ajeng.

SAKIT MISTERIUS

Tak ada yang tahu persis sudah berapa lama Santi melakoni pekerjaan sebagai wanita penghibur. Yang jelas warga sekitar mengetahui sudah belasan tahun Santi bekerja seperti itu.

Kira-kira menginjak usia 40 tahun, fisik Santi tidak seperti dulu lagi.

"Tiba-tiba ia sakit. Kita tetangganya juga nggak tau sakit apa. Kami pikir dia sedang keluar kota selama dua hari tidak pernah keluar rumah," imbuh Junah.

Tubuh Santi berubah menjadi kurus. Pernah suatu ketika Santi menjerit-jerit ketakutan. Menurut Ajeng, kala itu ia mendengar jeritan Santi. Lantas dirinya langsung masuk ke rumahnya.

"Ia berteriak didatangi orang besar berkulit hitam dan rambutnya gondrong," ceritanya.

Padahal dari keterangan warga sekitar yang melihatnya, tak ada sama sekali orang yang disebutkan Santi ini. Salah satu orang yang dianggap pintar oleh warga setempat mengatakan, Santi terkena santet dari rekannya sendiri.

Ajeng yang kala itu ikut nimbrung mengaku, Santi sudah disantet temannya sendiri. Sebabnya, Santi selalu menggoda pria hidung belang yang masih dilayani temannya sendiri. Atas dasar itulah banyak temannya yang tidak suka dengan Santi.

"Saat buang air besar, kotorannya tercecer di halaman rumahnya. Bercampur darah, nanah dan beling kaca," kata Ajeng yang pernah melihat langsung kejadian itu.

Seorang keluarganya pernah cerita ke salah satu warga. Saat itu keluarganya langsung membawa Santi ke rumah sakit. Informasinya, Santi lumpuh. Wajahnya pucat pasi. Suaranya sama sekali tak terdengar.

Keluarga yang merawat Santi pun meminta tolong kepada warga setempat untuk mendoakannya agar cepat sembuh. Entah karena apa tiba-tiba saja Santi mengalami Sakaratul maut. Pihak rumah sakit memulangkannya lantaran sakit yang diderita terbilang aneh.

"Aaarrrrrrgggghhhhh....."

Hanya suara itu yang terdengar di kerongkongan Santi. Mata Santi tak berkedip. Namun napasnya masih tersisa di dadanya. Sesekali tubuh Santi kejang seperti orang yang tersengat Listrik. "Meski kami tuntun membaca syahadat, tetap tidak bisa. Hingga ia akhirnya meregang nyawa dengan kesakitan," tandas Junah