Tuntunan Ibadah Di Bulan Dzulhijjah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimuliakan. Rasulullah SAW senantiasa memperbanyak ibadah di bulan haji itu, baik zikir dan puasa serta ibadah lainnya. Berikut tuntunannya.

Diriwayatklan Al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas r.a. bahwa Nabi Saw bersabda, yang artinya: "Tidak ada hari saat amal saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari Bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya, 'Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabillah?'; Beliau menjawab : 'Tidak juga jihad fi sabillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun."

Foto Sumber

Kalau begitu ibadah apa saja? Berikut tuntunannya: 

ZIKIR

Imam Ahmad, meriwayatkan dari Umar r.a. bahwa Nabi SAW bersabda : yang artinya: "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.

HAJI DAN UMRAH

Amal ini adalah amal yang paling utama. Berdasarkan berbagai hadis sahih yang menunjukkan keutamaan ibadah tersebut, antara lain: sabwa SAW yang artinya: "Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga."

PUASA SUNNAH

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam Hadis Qudsi yang artinya: "Puasa ini adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku."

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Qatadah bahwa Nabi SAW bersabda, artinya: "Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya."

Di hari Arafah juga disunahkan Takbir dan zikir. Sebagaimana firman Allah Ta'ala yang artinya: "...dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah di tentukan....". (QS. Al-Hajj: 28).

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari Bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak zikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadis dari Ibnu Umar r.a. yang artinya: "Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid." (HR. Ahmad).

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radiyallahu 'Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Illaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu" 

Artinya: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, segala puji hanya bagi Allah."

BERAMAL SALEH

Berupa ibadah sunat seperti: salat, sedekah, jihad, membaca Alquran, amar makruf nahi munkar, dan lain sebagainya. Sebab, amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. 

Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

BERKURBAN

Berkurban yang dimaksud adalah pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq. 

Hal ini adalah sunah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW yang artinya : "Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu." (Mutafaq 'Alaihi).

SALAT IDUL ADHA

Ibadah selanjutnya adalah salat Idul Adha di 10 Dzulhijjah. Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan, melainkan dipakai untuk mengagungkan Allah SWT.